Hetty Andika Perkasa Gabung Rotary Indonesia: Lebih Suka Kerja Lapangan daripada Seremonial
Acos Abdul Qodir July 11, 2026 11:21 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Istri eks Panglima TNI Andika Perkasa, Hetty Andika Perkasa, mengungkap alasan bergabung dengan Rotary Club Indonesia, khususnya Rotary Jakarta Menteng.

Menurutnya, organisasi tersebut lebih banyak bergerak langsung membantu masyarakat dibanding menggelar kegiatan seremonial.

“Itu yang saya suka,” kata Hetty saat menghadiri pembukaan pelatihan Vocational Training Team (VTT) STEM for Girls yang digelar Rotary International di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Sabtu (11/7/2026).

Hetty menuturkan dirinya lebih tertarik terlibat dalam kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat daripada menghadiri acara simbolis.

Kesan tersebut menjadi alasan utama ia menerima ajakan bergabung dengan Rotary Club Jakarta Menteng beberapa bulan lalu.

Selain budaya organisasi yang hangat, Hetty melihat program Rotary memiliki kesamaan dengan kegiatan sosial yang dijalankannya melalui komunitas Perempuan Laju Perkasa.

“Saya merasa Rotary ini paling cocok dengan saya. Selama ini saya memang berkegiatan sosial. Cara bekerjanya hampir sama dengan yang kami lakukan di Perempuan Laju Perkasa, terutama dalam pemberdayaan perempuan dan anak,” katanya.

Menurut Hetty, Rotary tidak hanya memiliki visi membantu masyarakat, tetapi juga memastikan sebagian besar sumber daya organisasi benar-benar digunakan untuk program sosial.

“Banyak organisasi yang seremonialnya besar. Tapi di Rotary saya melihat lebih banyak manfaatnya dirasakan masyarakat karena lebih fokus ke lapangan,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan tersebut membuat program Rotary lebih efektif menjawab kebutuhan masyarakat, mulai dari kesehatan ibu dan anak, penyediaan air bersih, pendidikan, hingga pemberdayaan perempuan.

Karena itu, Hetty optimistis kolaborasi Rotary dan komunitas yang dipimpinnya akan memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Saya sangat yakin bergabungnya saya dan Perempuan Laju Perkasa di Rotary justru akan membuat kami semakin kuat karena bersama-sama memajukan perempuan dan anak-anak,” katanya.

Baca juga: Gelar Pelatihan STEM, Rotary Indonesia Dorong Lebih Banyak Perempuan Kuasai Sains dan Teknologi

Dukung Pelatihan STEM untuk Perempuan

Dalam kesempatan yang sama, Hetty mendukung pelatihan STEM bagi perempuan muda Indonesia yang diinisiasi Rotary Indonesia bersama Rotary District 5170 California, Amerika Serikat.

Program tersebut bertujuan meningkatkan keterlibatan perempuan di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM), sekaligus membuka peluang lebih besar bagi generasi muda perempuan untuk berkarier di sektor sains dan teknologi.

Menurut Hetty, peningkatan kualitas pendidikan bagi perempuan merupakan investasi penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia.

“Kalau perempuan memiliki kesempatan belajar dan berkembang, manfaatnya bukan hanya dirasakan dirinya sendiri, tetapi juga keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 100 peserta dalam dua gelombang. Seluruh biaya pelaksanaan, mulai dari pelatihan, akomodasi, konsumsi hingga uang saku peserta, didukung penuh oleh Rotary International.

Baca juga: Sherly Tjoanda: Perempuan Berdaya Secara Ekonomi Punya Suara Lebih Lantang Tentukan Masa Depan Desa

Tentang Rotary Club

Rotary Club didirikan oleh pengacara Chicago, Paul Harris, pada 23 Februari 1905. Awalnya, organisasi ini menjadi wadah para profesional untuk menjalin koneksi dan bertukar ide. Seiring waktu, Rotary berkembang menjadi organisasi global dengan cabang di berbagai negara.

Di Indonesia, Rotary pertama kali berdiri pada 1927 di Yogyakarta, lalu menyebar ke Surabaya pada 1928 dan Batavia pada 1930. Hingga kini, Rotary aktif menjalankan berbagai program sosial di bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.