Jaringan Irigasi Bendungan Meninting akan Ditambah untuk Aliri 1.065 Hektare Lahan Pertanian
Wahyu Widiyantoro July 12, 2026 12:22 PM

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT — Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (10/7/2026).

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan, Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung mencapai 10 juta meter kubik sehingga mampu mengairi lahan pertanian seluas 1.600 hektare melalui jaringan irigasi sepanjang sekitar 26 kilometer. 

Jaringan irigasi Bendungan Meninting telah mengaliri 494 hektare lahan pertanian.

Meski demikian, Kementerian PU menyiapkan pembangunan jaringan irigasi tambahan yang akan memperluas layanan hingga 1.065 hektare lahan pertanian baru.

Dody menegaskan, tugas Kementerian PU mengoptimalkan jaringan irigasi hingga air benar-benar menjangkau lahan pertanian menjadi prioritas yang terus dikawal.

"Kami terus membangun jaringan irigasi agar air benar-benar sampai ke lahan pertanian sesuai arahan Bapak Presiden," jelas Dody saat peresmian di Lombok Barat.

Baca juga: Bendungan Meninting yang Diresmikan Presiden Prabowo Belum Dilengkapi Jaringan Irigasi

Tiga Kali Panen

Petani yang sepenuhnya bergantung pada air hujan kini dapat ditanami tiga kali dalam setahun, dibandingkan sebelumnya yang hanya memungkinkan satu kali masa tanam.

"Dulu sebelum ada Bendungan Meninting hanya bisa satu kali tanam. Saat ini sudah bisa menjadi tiga kali musim tanam," tegas Dody.

Ia menambahkan, kehadiran bendungan ini meredam ketegangan sosial yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan rutin di kalangan petani Lombok Barat.

"Khusus untuk Bendungan Meninting ini, bendungan ini telah bisa mengurangi konflik horizontal yang selama ini sebelum bendungan ini ada selalu terjadi antara para petani dari Lombok Barat, karena mereka selalu berebut air manakala musim tanam tiba," ujar Dody.

Bendungan Meninting merupakan satu dari lima bendungan yang diresmikan serentak Presiden Prabowo.

Empat bendungan lainnya adalah Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali. 

Kelima bendungan dibangun dalam rentang 2015 hingga 2025 dengan total nilai investasi sekitar Rp9,79 triliun.

Secara keseluruhan, kelima bendungan tersebut mampu memberikan layanan irigasi seluas kurang lebih 39.540 hektare yang ditopang jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer. 

Hingga saat ini, jaringan irigasi yang telah beroperasi melayani total 15.241 hektare lahan pertanian, dan akan terus bertambah seiring penyelesaian jaringan irigasi tambahan seluas 24.299 hektare secara bertahap.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.