AS Klaim Lumpuhkan 140 Target Militer Iran, Teheran Balas Serang Oman, Kuwait, dan Qatar
Faisal Zamzami July 12, 2026 01:24 PM

 


SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan pada Minggu (12/7/2026).

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah menyelesaikan gelombang ketiga serangan terhadap sejumlah sasaran militer Iran.

Operasi tersebut merupakan respons atas serangan Iran terhadap kapal berbendera Siprus di Selat Hormuz beberapa hari sebelumnya.

Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut pasukan AS menyerang 140 target militer Iran, meliputi lokasi peluncuran rudal dan drone, fasilitas angkatan laut, gudang amunisi, jaringan komunikasi, hingga pos pengawasan pantai.

"Pasukan AS telah menyerang 140 target militer, termasuk lokasi rudal dan drone Iran, kemampuan angkatan laut, fasilitas penyimpanan amunisi, jaringan komunikasi, dan lokasi pengawasan pantai," demikian pernyataan CENTCOM yang dikutip Al Jazeera.

Menurut CENTCOM, secara keseluruhan lebih dari 300 target telah dihantam selama tiga malam berturut-turut dalam sepekan terakhir.

Serangan itu diklaim bertujuan melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam pelayaran sipil dan kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Militer AS juga menyatakan telah mengawal lebih dari 800 kapal komersial yang mengangkut sekitar 400 juta barel minyak agar dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman sejak awal Mei 2026.

Baca juga: Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Setelah Lepaskan Tembakan Peringatan, Ini Penyebabnya

Iran Balas Serang Negara-Negara Teluk

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas yang disebut digunakan untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat.

IRGC menyatakan telah menyerang pusat dukungan logistik dan fasilitas pengisian bahan bakar yang digunakan kapal induk AS di Pelabuhan Duqm, Oman.

Melalui kantor humasnya yang dikutip penyiaran pemerintah IRIB, IRGC mengklaim fasilitas tersebut berhasil dihancurkan.

Iran menyebut operasi tersebut sebagai fase ketiga dari respons militernya atas serangan Amerika Serikat.

Selain Oman, Iran juga dilaporkan menargetkan Kuwait dan Qatar dalam rangkaian serangan terbaru.

Staf Umum Angkatan Darat Kuwait mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya sedang merespons serangan yang memasuki wilayah udara negara tersebut.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X, militer Kuwait mengatakan suara ledakan yang terdengar berasal dari sistem pertahanan udara yang mencegat sasaran.

"Seluruh masyarakat diminta mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh otoritas berwenang," demikian pernyataan militer Kuwait.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Qatar menaikkan status ancaman keamanan menjadi level tinggi untuk kedua kalinya pada hari yang sama.

Pemerintah Qatar juga mengimbau seluruh warga agar tetap berada di dalam rumah atau mencari tempat yang aman hingga situasi dinyatakan terkendali.

Baca juga: AS Minta Iran Serahkan 410 Kg Uranium yang Diperkaya Tinggi sebagai Syarat Negosiasi

Iran Tutup Selat Hormuz

Sebelumnya, Angkatan Laut IRGC mengumumkan penutupan sementara Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan.

Melalui pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, IRGC menegaskan bahwa campur tangan asing serta upaya menetapkan jalur pelayaran yang disebut sebagai "jalur ilegal" akan ditindak tegas.

Iran juga memperingatkan bahwa setiap tindakan militer Amerika Serikat sebagai respons atas penutupan Selat Hormuz akan dibalas dengan tindakan yang lebih keras.

IRGC mengaku telah melepaskan tembakan peringatan terhadap sejumlah kapal yang dinilai mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS) serta menyimpang dari jalur pelayaran yang disetujui oleh otoritas Iran.

Menurut mereka, beberapa kapal mengabaikan peringatan untuk kembali ke jalur yang ditentukan.

Ketegangan ini meningkat setelah insiden pada awal pekan ketika tiga kapal tanker komersial diserang di sekitar Selat Hormuz, yang kemudian memicu baku tembak antara pasukan Iran dan Amerika Serikat.

Angkatan Laut IRGC menegaskan tidak akan mengizinkan kapal melintasi Selat Hormuz selama campur tangan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut masih berlangsung.

Hingga kini, situasi di kawasan Teluk masih berlangsung dinamis. Klaim dari masing-masing pihak mengenai hasil serangan belum dapat diverifikasi secara independen, sementara negara-negara di kawasan terus meningkatkan kesiagaan menghadapi potensi eskalasi konflik yang lebih luas.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.