Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu saat Libur Sekolah Meroket, Okupansi Meningkat Meski Awal Pekan
Eko Darmoko July 12, 2026 02:35 PM

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Sektor pariwisata di Kota Batu bisa tersenyum lebar di momen libur sekolah yang bergulir sejak Juni hingga pertengahan Juli 2026.

Pasalnya, dari data Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat, selama musim libur sekolah ini ada sekitar 300 ribu lebih wisatawan yang datang ke Kota Batu.

Bahkan jumlah itu masih belum keseluruhan, karena pelaku usaha pariwisata belum seuruhnya melaporkan jumlah pengunjung.

Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto mengatakan, angka jumlah kunjungan itu diambil dari sistem laporan kunjungan wisatawan Fast Application Information Report (FAIR).

“Kunjungan wisatawan sementara mencapai 362.869 orang."

"Ini masih bersifat sementara karena baru sekitar 30 persen pelaku usaha pariwisata yang menyampaikan laporan,” kata Onny Ardianto kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (12/7/2026).

Baca juga: Nekat Mangkal Saat Libur Sekolah, Barang Dagangan PKL Liar di Alun-Alun Kota Batu Disita Satpol PP

Onny menjelaskan, dari data yang diperoleh dari FAIR, mayoritas wisatawan yang datang ke Kota Batu memilih datang ke daya tarik wisata (DTW) atau mengunjungi wisata alam, wisata buatan, dan wisata edukasi dengan jumlah 332.019 kunjungan.

Sedangkan pada sektor akomodasi ada sekitar 29.850 wisatawan yang menginap di berbagai hotel dan penginapan Kota Batu.

“Kami optimistis angka riil perputaran ekonomi di lapangan jauh lebih besar dan akan terus bergerak naik sampai akhir pekan ini karena besok siswa sudah masuk,” jelasnya.

Bahkan di momen libur sekolah ini okupansi hotel di Kota Batu mampu tembus 75 persen saat awal pekan dan bisa sampai 90 persen saat akhir pekan.

Kondisi ini menurut Onny menjadi sinyal Kota Batu masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan khususnya di Jawa Timur.

“Pesan kami kepada seluruh manajemen hotel dan akomodasi untuk menjaga kualitas layanan, kebersihan, dan keselamatan agar wisatawan merasa aman dan membawa cerita baik setelah pulang dari Kota Batu,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi mengatakan tingginya okupansi berbanding lurus dengan kunjungan wisatawan ke Kota Batu yang juga mengalami peningkatan saat akhir pekan selama libur sekolah.

“Itu karena saat momen liburan sekolah banyak wisawatan yang mengajak anaknya berlibur, secara harga tarif kamar hotel juga tidak setinggi libur lebaran dan malam tahun baru. Jadi itu juga mempengaruhi tingginya okupansi,” tutur Sujud Hariadi.

Selain tarif hotel yang dinamis dan tak setinggi saat momen libur tahun baru dan lebaran, tingginya tingkat keterisian kamar hotel di Kota Batu juga karena kolaborasi antara sektor perhotelan dengan pengelola destinasi wisata melalui paket bundling hotel dan tiket masuk objek wisata.

Skema ini dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi wisatawan sekaligus membuat biaya liburan menjadi lebih terjangkau karena wisatawan mendapat penginapan sekaligus tiket masuk tempat wisata.

Baca juga: Temuan Baru Puluhan Orang di Kota Batu Terinfeksi HIV, Dinkes Perluas Lakukan Skrining Aktif

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.