Munafri-Melinda Aksa Raih Penghargaan Wastra dan Kriya di Penutupan HUT ke-46 Dekranas
Sakinah Sudin July 12, 2026 03:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua Dekranasda Kota Makassar Melinda Aksa menerima penghargaan pada penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, Minggu (12/7/2026).

Kegiatan berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Jl. Metro Tanjung Bunga, Maccini Sombala, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengembangkan wastra dan kriya sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Penghargaan diserahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian didampingi Ketua Harian Dekranas Tri Suswati Tito Karnavian kepada Munafri Arifuddin dan Melinda Aksa.

Penyerahan penghargaan disaksikan ratusan tamu, kepala daerah, serta pengurus Dekranas dan PKK dari seluruh Indonesia.Hadir Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Ketua Dekranasda Sulsel Naoemi Octarina serta perwakilan Polda Sulsel, dan Kejaksaan Tinggi Sulsel.

Penghargaan kategori Wastra dan Kriya itu menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap komitmen Pemkot Makassar dalam membina pelaku UMKM, melestarikan budaya lokal, sekaligus meningkatkan daya saing produk kerajinan daerah.

Usai menerima penghargaan, Munafri Arifuddin mengatakan, apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Makassar untuk terus mengembangkan motif-motif khas daerah agar mampu bersaing di tingkat nasional.

"Itu bagian dari bagaimana kita terus memaksimalkan penggunaan motif-motif lokal untuk memastikan bahwa produk lokal kita tidak kalah bersaing dengan motif dari daerah lain," kata Munafri.

Menurutnya, Makassar memiliki potensi besar dalam pengembangan wastra lokal. 

Namun, potensi tersebut harus didukung dengan semakin banyaknya perajin dan pembatik agar inovasi motif serta kualitas produk terus meningkat.

Ia menyebut Batik Lontara menjadi salah satu identitas yang perlu terus diperkuat sehingga semakin dikenal masyarakat luas dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

"Ini yang harus kita maksimalkan, terutama para produk pembatik. Kita memang belum punya banyak pembatik, sehingga motif-motif lokal itu masih perlu terus dikembangkan dengan lebih baik lagi," ujarnya.

Selain meningkatkan kualitas produk, Munafri juga ingin masyarakat semakin mudah memperoleh produk-produk wastra khas Makassar. 

Menurutnya, akses pemasaran menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dibenahi.

"Nah, ini yang akan kita pastikan ke depan, tempat pembeliannya harus mudah diakses dan produknya tersedia dengan berbagai pilihan kualitas maupun harga sehingga semua masyarakat bisa mendapatkannya," tuturnya.

Munafri menegaskan, kehadiran Pemerintah Kota Makassar pada HUT Dekranas tidak hanya bertujuan memamerkan produk unggulan daerah. 

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat pemberdayaan pelaku UMKM dan memperkenalkan budaya lokal kepada tamu dari berbagai provinsi.

Seluruh produk yang ditampilkan di stan Kota Makassar merupakan hasil karya para pengrajin lokal yang selama ini dibina melalui Dekranasda Kota Makassar.

"Ini adalah hasil karya para pengrajin yang ada. Kita ingin memastikan bahwa di Kota Makassar ada pemberdayaan terhadap para pengrajin sekaligus upaya melestarikan budaya yang kita miliki," katanya.

"Semua itu dikemas dalam satu stan atau booth yang ditampilkan Pemerintah Kota Makassar lewat kerajinan Dekranasda," lanjutnya.

Munafri juga menilai penyelenggaraan HUT Dekranas memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Kota Makassar. 

Kehadiran ribuan peserta dari seluruh Indonesia ikut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pusat oleh-oleh.

"Dengan hadirnya kegiatan ini, ekonomi di Kota Makassar bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Dampaknya sangat terasa," kata Munafri.

"Hotel, restoran, rumah makan, pusat oleh-oleh, rental mobil dan berbagai sektor lainnya ikut bergerak karena hadirnya ribuan tamu di Kota Makassar," jelasnya.

Ia berharap pelayanan dan keramahan Kota Makassar mampu meninggalkan kesan positif bagi seluruh tamu yang datang sehingga mendorong mereka kembali berkunjung pada kesempatan berikutnya.

"Kita berharap terus bisa memberikan hospitality yang baik kepada para tamu yang datang ke Kota Makassar," ucap Munafri.

Dampak ekonomi

Sementara itu, Tito Karnavian menilai penyelenggaraan HUT Dekranas di Makassar tidak hanya sukses sebagai ajang promosi kerajinan Nusantara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi daerah tuan rumah.

Menurut Tito, ribuan peserta dari berbagai daerah telah menggerakkan sektor transportasi udara, transportasi darat, hotel, restoran hingga UMKM selama pelaksanaan kegiatan.

"Sektor transportasi udara pasti bergerak. Bayangkan seluruh Indonesia datang ke sini. Maskapai-maskapai harusnya berterima kasih dengan adanya acara ini," kata Tito.

Ia mengaku tingginya jumlah tamu membuat kendaraan sewaan sulit diperoleh selama kegiatan berlangsung.

"Transportasi lokal juga bergerak, untuk mencari kendaraan sewaan saja berjuang karena sulit, semuanya diperebutkan," ujarnya.

Tito bahkan menyebut seluruh kamar hotel tempatnya menginap telah terisi penuh selama kegiatan berlangsung.

Menurut Tito, nilai terbesar dari penyelenggaraan Dekranas bukan hanya transaksi ekonomi yang tercipta, melainkan semakin dikenalnya produk kerajinan Indonesia di pasar global.

"Lebih dari itu, acara ini menghidupkan kembali potensi kerajinan Indonesia yang harus kita jaga dan kita kembangkan agar mampu menembus pasar dunia," katanya.

Ia menambahkan Indonesia memiliki keunggulan berupa keragaman kerajinan tangan yang lahir dari kekayaan budaya, suku, dan sumber daya alam yang tersebar di seluruh Nusantara.

"Indonesia adalah negara dengan kerajinan tangan paling beragam di dunia," ujar Tito.

"Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing karena kita memiliki begitu banyak suku, budaya, dan sumber daya alam yang berbeda-beda," imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.