Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMVON.COM - Kabupaten Maluku Tengah dikenal dengan gugusan wilayah berpulau-pulau.
Secara geografis terdiri dari Pulau Seram, Pulau Saparua, Pulau Banda, Pulau Nusalaut, dan Pulau Haruku.
Dengan fakta tersebut, Konektivitas antar wilayah menjadi PR tersendiri bagi pemerintah.
Olehnya itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku Tengah di bawah kepemimpinan Bupati Zulkarnain Awat Amir memperkuat langkah dalam peningkatan konektivitas wilayah.
Upaya Pemda Maluku Tengah untuk memperjuangkan peningkatan konektivitas Kepulauan Banda mendapat respons positif dari Pemerintah Pusat.
Tepat Sabtu (11/7/2026), Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo meninjau Bandara Banda Neira.
Kunjungan Menteri PU didampingi Dirjen Sumber Daya Air Mayjen TNI (Purn) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw dan Direktur Jalan Moch Iqbal Tamher bersama Pangdam XV/Pattimura Mayor Jenderal TNI Dody Triwinarto dan juga Bupati Maluku Tengah.
Baca juga: Nyaris 2 Jam Tanpa Henti di JMP Ambon, Konvoi Pendukung La Albiceleste Rayakan Kemenangan
Baca juga: Fans Kapten Timnas Lionel Messi, Anak Kecil di Kota Ambon Bawa Replika Trofi Piala Dunia saat Konvoi
Dalam pertemuan tersebut, KemenPU merespon pengembangan Bandara Banda.
Hal itu tertuang dalam rilis resmi Pemda Maluku Tengah, Minggu (12/7/2026).
Menteri PU menyampaikan rencana pengembangan Bandara BandaNeira melalui perpanjangan landasan pacu (runway) dari sekitar 900 meter menjadi 2,1 kilometer sampai dengan 2,2 kilometer bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan.
Pengembangan ini akan memungkinkan bandara didarati pesawat berkapasitas lebih besar, sehingga membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Kepulauan Banda.
Melalui kunjungan ini, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir memastikan bahwa usulan pengembangan bandara menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian pemerintah.
Bagi Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, rencana ini menjadi langkah penting.
"Dalam mewujudkan Banda sebagai destinasi wisata unggulan berkelas dunia sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati.(*)