Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Harga kakao kering ditingkat petani di Aceh Tenggara, Provinsi Aceh dilaporkan turun dari Rp 95.000 per kilogram menjadi Rp 91.000 per kilogram, Minggu (12/7/2026).
Artinya harga kakao kering di Aceh Tenggara mengalami penurunan sebesar Rp 4.000 per kilogram.
Seorang Tauke Kakao di Desa Lawe Loning Aman Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabri kepada TribunGayo.com mengatakan, hari ini harga kakao mengalami penurunan dari harga sebelumnya.
Menurut Sabri, turunnya harga kakao ditingkat petani di Aceh Tenggara karena dipengaruhi harga di Pasaran Medan yang anjlok.
Hal senada dikatakan Petani Kakao di Desa Lawe Loning Hakhapen, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Salahuddin.
Ia menyebutkan harga kakao kering di Aceh Tenggara saat ini deiangka Rp 91.000 per kilogram.
"Kita berharap harga kakao pada Senin (13/7/2026) mulai bergerak naik hingga dilevel Rp 100.000 per kilogram," ujar Salahuddin.
Dikatakan, selama ini harga kakao kering ditingkat petani tak stabil.
Terkadang naik dan tak lama kemudian kembali turun.
Namun, sejak sebulan terakhir ini harga kakao sudah berada di level Rp 91.000 per kilogram dari sebelumnya berada diangka Rp 60.000 per kilogram.
Artinya, ada pergerakan harga biji kakao kering di pasaran Medan, Sumatera Utara.
'Semoga harga kakao kering terus naik ditingkat petani, karena saat ini memasuki tahun ajaran baru," harapnya. (*)
Baca juga: Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Rp90.000/Kg, Pengamat Dorong Pembangunan Pabrik Pengolahan
Baca juga: Penyaluran Dana Desa Tahap II 2026 Aceh Tenggara Urutan ke-19, DPMK: Prioritaskan Pelunasan Pajak
Baca juga: 41 Kute di Aceh Tenggara Cair Dana Desa Tahap II