Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNPRIANGAN.COM, PURWAKARTA - Suara ledakan menggegerkan warga Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Minggu (12/7/2026).
Dentuman yang terdengar hingga radius sekitar enam kilometer itu menghancurkan sebuah toko material, menewaskan seorang pekerja, serta merusak empat rumah warga dan satu masjid di sekitar lokasi.
Pantauan Tribunjabar.id pada Minggu (12/7) siang di lokasi, bangunan toko material yang berada di Jalan Raya Wanayasa alami kerusakan parah. Sebagian dinding bangunan roboh, atap ambruk. Sejumlah material bangunan juga alami kerusakan. Bangunan tersebut kini telah terpasang garis polisi.
Di seberang jalan, sebuah masjid turut mengalami kerusakan. Kaca-kaca jendela pecah berhamburan, sementara plafon dan beberapa bagian bangunan mengalami retakan akibat gelombang ledakan.
Warga yang masih syok berkumpul di sekitar garis polisi sambil menyaksikan proses pengamanan yang dilakukan petugas.
Baca juga: 3 Kali Ledakan Petasan Segede Paha Lukai Dua Warga Pangandaran yang Baru Pulang dari Jakarta
Baca juga: Ledakan Keras dari Kios yang Terbakar di Pasar Pananjung Pangandaran
Empat rumah yang berada di sekitar toko juga terdampak. Selain kaca jendela pecah, sejumlah dinding mengalami retak dan bagian atap rusak. Beberapa pemilik rumah tampak berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Menurut keterangan warga, ledakan terjadi secara tiba-tiba saat seorang pekerja berada di dalam toko. Suara dentuman yang sangat keras membuat warga berhamburan keluar rumah karena mengira terjadi ledakan bom.
"Saya lagi nongkrong di depan masjid, tiba-tiba terdengar ledakan keras. Saya engga tahu bom atau apa. Ada satu korban meninggal dunia. Rumah sekitar empat rusak dan kaca masjid pecah. Ledakannya terdengar sampai jauh," ujar Mamad, salah saksi mata kepada wartawan di lokasi, Minggu (12/7/2026).
Warga lainnya, Ade, mengatakan korban diketahui bernama Ahmad Jaelani (39). Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak keluarga, korban diduga sedang menggerinda besi sebelum ledakan terjadi.
"Saya tidak melihat langsung. Saya dengar dari keluarganya, Pak Joni sedang menggerinda besi, lalu tiba-tiba ada ledakan dari lubang itu. Korban terpental sekitar tiga meter dan mengalami luka bakar parah," katanya.
Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia di lokasi. Hingga Minggu (12/7) siang, jasad korban masih berada di area ledakan karena petugas belum dapat melakukan evakuasi.
Polisi masih menunggu Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Jawa Barat untuk memastikan lokasi benar-benar aman sebelum dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sejumlah personel Brimob bersenjata lengkap disiagakan di sekitar lokasi. Garis polisi dipasang dengan radius cukup luas untuk mencegah warga mendekat.
Arus lalu lintas di Jalan Raya Wanayasa pun sempat mengalami perlambatan karena banyaknya warga yang memadati lokasi kejadian.
Hingga kini, kepolisian belum dapat memastikan sumber maupun penyebab ledakan. Seluruh proses penyelidikan masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Jibom dan olah TKP secara menyeluruh.
Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian maupun berspekulasi mengenai penyebab ledakan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.(*)