TRIBUNNEWS.COM - Timnas Argentina mengamankan tiket semifinal Piala Dunia 2026 usai menundukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak tambahan waktu pada laga perempat final, Minggu (12/7/2026) pagi WIB.
Di balik kemenangan dramatis tersebut, terdapat satu momen yang dianggap menjadi titik balik pertandingan, yakni kartu merah yang diterima penyerang Swiss, Breel Embolo.
Keputusan kontroversial itu membuat Swiss harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-72 dan membuka jalan bagi Argentina untuk mengambil alih kendali pertandingan.
Albiceleste akhirnya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak dua gol pada babak tambahan waktu melalui Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.
Kemenangan sulit yang didapat Argentina itu bak sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Football Analyst Hamid Anwar.
Sebelum laga, ia mengatakan Swiss bukan lagi tim underdog sehingga Albiceleste dipastikan menghadapi laga yang sangat berat. Menurutnya, Swiss sudah layak dipandang sebagai salah satu kekuatan Eropa yang konsisten.
"Kalau saya melihat Swiss sebenarnya bukan lagi tipe underdog. Mereka sudah menunjukkan perkembangan sejak Euro 2024, mampu menahan Jerman, menyingkirkan Italia, dan hanya kalah adu penalti dari Inggris. Itu menunjukkan kualitas mereka," ujar Hamid Anwar dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Benar saja, Argentina harus melalui perpanjangan waktu sebelum akhirnya memastikan kemenangan 3-1.
Embolo menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang diusir keluar lapangan akibat kartu kuning kedua setelah adanya intervensi Video Assistant Referee (VAR) dalam situasi yang melibatkan interpretasi aturan kesalahan identitas.
Insiden bermula ketika pertandingan masih imbang 1-1. Embolo terjatuh saat mencoba melindungi bola dari Leandro Paredes dan kakinya mengenai gelandang Argentina tersebut.
Wasit Joao Pedro Silva Pinheiro awalnya justru memberikan kartu kuning kepada Paredes karena mengira terjadi pelanggaran.
Namun VAR meminta sang pengadil lapangan meninjau ulang tayangan tersebut.
Setelah melihat monitor, Pinheiro membatalkan kartu kuning untuk Paredes dan menyatakan Embolo melakukan diving.
Karena sebelumnya sudah mengantongi kartu kuning, Embolo langsung menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Swiss karena dianggap kontroversial.
Selain itu, keputusan tersebut juga menjadi aturan baru dari FIFA yang menerapkan bawah VAR dapat mengoreksi kartu kuning apabila wasit salah mengidentifikasi pemain yang seharusnya menerima hukuman.
Baca juga: Aturan Baru FIFA Makan Korban, Murat Yakin Tak Terima Swiss Tersingkir oleh Argentina
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Argentina untuk meningkatkan intensitas serangan.
Swiss yang sebelumnya tampil disiplin mulai kesulitan menahan gempuran Albiceleste.
Dominasi itu akhirnya berbuah hasil pada babak tambahan waktu.
Julian Alvarez memecah kebuntuan lewat gol spektakuler pada menit ke-112 sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan 3-1 melalui serangan balik.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengakui kartu merah Embolo menjadi salah satu faktor yang menguntungkan timnya.
Menurut Scaloni, keunggulan jumlah pemain membuat Argentina lebih leluasa mengembangkan permainan menyerang.
"Keberuntungan ada di pihak kami malam ini, karena mereka kena kartu merah dan kami lebih leluasa menyerang," ujar Lionel Scaloni, dikutip dari BBC.
Meski demikian, Scaloni enggan memperdebatkan keputusan wasit yang menuai kontroversi tersebut.
Ia justru memberikan apresiasi kepada Swiss yang dinilai mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.
Menurutnya, Argentina sempat mengalami kesulitan karena kalah dalam banyak duel fisik.
"Faktanya kami menderita karena Swiss banyak memenangi duel. Kami tidak berada dalam level terbaik, terutama soal permainan fisik," ujar Scaloni.
Pelatih berusia 48 tahun itu menegaskan kemenangan tetap menjadi hal terpenting bagi Argentina, meski mengakui masih banyak aspek yang harus diperbaiki menjelang semifinal.
"Kami senang dengan kemenangan ini. Ada banyak hal yang harus ditingkatkan dan DNA Argentina adalah menang," tutupnya.
Berkat kemenangan tersebut, Argentina berhasil melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi Inggris dalam perebutan tiket menuju partai final.
Adapun duel semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina akan gelar pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)