Kasus Janin 5 Bulan Gegerkan RSUD Sawah Besar, Polisi Selidiki Dugaan Jaringan Aborsi Ilegal
Feryanto Hadi July 12, 2026 05:33 PM

 

Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, Yolanda Putri Dewanti

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Penemuan jenazah janin perempuan berusia sekitar lima bulan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sawah Besar, Jakarta Pusat, menggegerkan warga dan petugas rumah sakit. Polisi kini menyelidiki dugaan praktik aborsi ilegal yang diduga dilakukan dengan menggunakan obat penggugur kandungan.

Kasus tersebut dilaporkan terjadi pada Selasa (7/7/2026) dan kini ditangani jajaran Polres Metro Jakarta Pusat. Selain mengusut kronologi kejadian, penyidik juga menelusuri asal-usul obat yang diduga digunakan hingga kemungkinan adanya jaringan penjual obat penggugur kandungan secara ilegal.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut.

Menurut Erlyn, laporan diterima sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah menerima informasi, petugas piket Reskrim bersama Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) langsung mendatangi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan awal.

"Benar, ada laporan terkait peristiwa tersebut dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," ujarnya.

Mengeluh Sakit Perut Hebat

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa bermula ketika seorang perempuan berinisial RR (21), warga Pandeglang, Banten, datang ke IGD RSUD Sawah Besar bersama rekannya berinisial ZN (20).

Saat tiba di rumah sakit, RR mengeluhkan sakit perut yang disertai rasa mulas hebat.

Petugas medis kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kondisi RR.

Dalam pemeriksaan tersebut, RR akhirnya mengaku baru saja mengonsumsi obat penggugur kandungan.

Pengakuan itu disampaikan kepada tenaga kesehatan sekitar pukul 09.15 WIB.

RR mengaku menelan sebanyak 16 butir obat sekaligus di kamar kosnya yang berada di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat.

Peristiwa itu disebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

Janin Gugur Setelah Alami Kontraksi

Tak lama setelah mengonsumsi obat tersebut, RR mengalami kontraksi hebat.

Sekitar pukul 10.30 WIB atau sekitar satu setengah jam kemudian, janin perempuan yang diperkirakan berusia lima bulan keluar dari kandungannya.

Melihat kondisi tersebut, petugas medis langsung memberikan penanganan terhadap RR.

Sementara itu, pihak rumah sakit segera berkoordinasi dengan kepolisian karena terdapat dugaan tindak pidana.

Jenazah janin kemudian menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

Polisi Telusuri Asal Obat

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga obat penggugur kandungan itu tidak diperoleh sendiri oleh RR.

Penyidik menemukan adanya dugaan keterlibatan pihak lain dalam proses pembelian obat tersebut.

RR diketahui meminta bantuan rekannya, ZN, untuk mencarikan obat penggugur kandungan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh penyidik, ZN kemudian membeli obat tersebut dari seorang pria berinisial K.

Transaksi disebut berlangsung pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Obat itu dibeli dengan harga Rp2,5 juta.

Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening Bank BCA atas nama seseorang berinisial S.

Dalami Dugaan Jaringan Penjual Obat Ilegal

Penyidik kini masih mendalami identitas penjual obat serta jalur distribusinya.

Polisi juga akan menelusuri kemungkinan adanya praktik penjualan obat penggugur kandungan secara ilegal melalui jaringan tertentu.

Selain meminta keterangan dari RR dan ZN, penyidik akan memeriksa saksi-saksi lain serta mengumpulkan barang bukti pendukung.

Tidak menutup kemungkinan akan ada pihak lain yang dimintai keterangan apabila ditemukan keterkaitan dalam perkara tersebut.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak membeli maupun menggunakan obat-obatan tanpa pengawasan tenaga medis karena dapat membahayakan kesehatan dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.

Hingga kini, penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti guna mengungkap secara menyeluruh pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut, termasuk dugaan jaringan yang memasok obat penggugur kandungan secara ilegal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.