TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Polresta Samarinda mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menyusul adanya dinamika terkait penolakan terhadap kegiatan yang melibatkan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur.
Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Arie Soeharyadi, mengatakan kepolisian mengedepankan langkah-langkah preventif dan persuasif guna mencegah potensi konflik sosial maupun gesekan di tengah masyarakat.
Menurut Arie, langkah pertama yang dilakukan adalah membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat melalui pendekatan persuasif.
"Kami melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta melakukan mediasi terhadap pihak-pihak yang berpotensi melakukan penolakan agar situasi tetap kondusif," ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Selain itu, Polresta Samarinda juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan untuk melaksanakan pengamanan secara kolaboratif dan humanis.
Baca juga: Ketua TGM Bantah Ada Penghadangan Kendaraan yang Ditumpangi Ustaz Abdul Somad di Kutai Barat
Koordinasi juga diperkuat bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) guna menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat.
Di sisi lain, personel kepolisian meningkatkan patroli dan kegiatan sambang ke wilayah-wilayah yang dinilai berpotensi mengalami peningkatan gangguan kamtibmas sebagai langkah antisipasi.
Menurut kepolisian, sinergi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan, terutama ketika muncul isu yang berpotensi memicu perbedaan pandangan di tengah masyarakat.
Masyarakat Diminta Bijak Menyaring Informasi
Polresta Samarinda juga mengoptimalkan penyampaian imbauan kamtibmas melalui media sosial serta menggandeng Satkamling agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu perpecahan maupun konflik sosial.
Arie mengingatkan masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima dan tidak mudah menyebarkan kabar yang belum dipastikan kebenarannya.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta menyaring setiap informasi yang beredar. Mari bersama-sama menjaga situasi Kota Samarinda tetap aman, damai, dan kondusif," tutup Arie. (*)