Dosen UIN Raden Intan Lampung Presentasikan Penelitian di Konferensi Internasional JURE di Estonia
Endra Zulkarnain July 12, 2026 10:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung- Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Suherman, PhD, mempresentasikan hasil penelitiannya di Junior Researchers of EARLI (JURE) Conference 2026. 

Adapun penelitian itu tentang instrumen kesiapan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) bagi calon guru.

Konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan European Association for Research on Learning and Instruction (EARLI) itu berlangsung pada 6–10 Juli 2026 di University of Tartu, Estonia.

Suherman tampil sebagai salah satu pemakalah pada konferensi bertema "Learning in Transition: Science, Society and the Challenges of Tomorrow".

Kegiatan itu mempertemukan peneliti muda, akademisi, dan mahasiswa doktoral dari berbagai negara untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaru.

Penelitian itu menyangkut bidang pendidikan, pembelajaran, psikologi pendidikan, teknologi pendidikan, serta pengembangan guru.

Tahun ini, JURE Conference diikuti ratusan peserta dari lebih dari 40 negara yang berasal dari berbagai kawasan dunia, mulai dari Eropa, Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, hingga Oseania. 

Keberagaman tersebut tercermin dari partisipasi peneliti yang berasal dari berbagai negara.

Diantaranya, Estonia, Finlandia, Jerman, Belanda, Inggris, Swiss, Austria, Hungaria, Italia, Spanyol, Portugal, Belgia, Swedia, Norwegia, Lithuania, Latvia, Polandia, dan Republik Ceko.

Lalu, ada juga dari Slovakia, Turki, Israel, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Filipina, Indonesia, Vietnam, Kanada, dan Amerika Serikat.

Kemudian, Chili, Kolombia, Zimbabwe, Ethiopia, Maroko, Selandia Baru, dan berbagai negara lainnya.

Selain mengikuti parallel sessions, poster presentations, roundtable discussions, dan symposium, para peserta juga memperoleh wawasan dari para pakar pendidikan dunia melalui sesi keynote lectures. 

Berbagai isu mutakhir dibahas dalam forum tersebut, di antaranya kecerdasan artifisial (AI), asesmen pembelajaran, teknologi pendidikan, hingga pengembangan profesional guru.

Pada sesi parallel paper, Suherman mempresentasikan penelitian berjudul "AI Readiness Assessment for Pre-Service Teacher Education: Development and Validation". 

Penelitian tersebut membahas pengembangan dan validasi instrumen untuk mengukur tingkat kesiapan kecerdasan artifisial (AI Readiness) pada calon guru.

Riset tersebut melibatkan 297 mahasiswa calon guru di Indonesia dengan analisis menggunakan Rasch Modeling untuk mengevaluasi validitas, reliabilitas, kesesuaian butir, bias butir, serta fungsi skala Likert.

Hasil penelitian menunjukkan instrumen yang dikembangkan memiliki kualitas psikometrik yang sangat baik serta memenuhi kriteria kesesuaian butir dan unidimensionalitas. 

Selain itu, sebagian besar responden memiliki tingkat kesiapan AI pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, dengan perbedaan gender yang relatif kecil.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa instrumen ini dapat dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan tenaga kependidikan untuk mengevaluasi.

Sekaligus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri calon guru dalam mengintegrasikan AI secara efektif, bertanggung jawab, dan beretika dalam proses pembelajaran.

Penelitian yang dipresentasikan pada JURE 2026 merupakan bagian dari riset yang didukung oleh Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama atau Ministry of Religious Affairs the Awakening Indonesian Research Funds (MoRA The AIR Funds) dengan Dr. Nanang Supriadi sebagai ketua peneliti. 

Dukungan pendanaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan riset inovatif yang berkontribusi terhadap transformasi pendidikan di era kecerdasan artifisial.

Konferensi ini diselenggarakan di University of Tartu, Estonia. 

Tartu dikenal sebagai kota pendidikan yang menjadi rumah bagi University of Tartu, salah satu universitas tertua dan paling bergengsi di kawasan Eropa Utara yang didirikan pada 1632. 

Estonia sendiri dikenal sebagai salah satu negara terdepan dalam transformasi digital, terutama melalui pengembangan layanan publik berbasis digital (e-government) dan inovasi teknologi. 

Kondisi tersebut menjadikan Estonia sebagai lokasi yang relevan untuk mendiskusikan masa depan pendidikan berbasis teknologi dan kecerdasan artifisial.

Keikutsertaan Suherman pada JURE Conference 2026 menjadi wujud komitmen UIN RIL dalam meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperluas jejaring akademik internasional. 

Melalui forum ilmiah tersebut, hasil-hasil penelitian dosen UIN RIL semakin dikenal di tingkat global dan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan.

Khususnya dalam mempersiapkan calon guru menghadapi tantangan pembelajaran di era AI. (*)

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.