TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga hingga sahabat tidak menyangka Komedian Simson Rarameha Ngadang atau yang akrab disapa Temon meninggal dunia begitu cepat.
Kabar duka tersebut terbilang mendadak, karena Temon selama ini tidak pernah mengeluh sakit.
Temon meninggal dunia pada usia 59 tahun.
Lies Hartono atau yang akrab disapa Cak Lontong, rekan sesama komedian, menyebut kabar meninggalnya Temon terbilang mendadak.
"Memang kepergiannya mendadak karena baru tadi pagi kita dapat kabar. Kita mohon doanya dari teman-teman buat Bang Temon," ujar Cak Lontong di rumah duka, kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026) siang.
Begitu pun Manajer dan Root Manajer Temon, Jio dan Kodil.
Baca juga: Sosok Komedian Temon di Mata sang Anak, Akui Rindu Lawakan Ayahnya
Keduanya mengaku kaget mendapatkan kabar pria kelahiran Jakarta 28 Desember 1966 tersebut meninggal dunia pada Minggu pagi.
"Jujur kaget ya pas tau kabar Meninggal karena serangan jantung. Karena selama ini kami tidak pernah tahu dan baru tahu tadi pagi beliau jantung," kata Jio di rumah duka.
Tak hanya rekan sejawat, keluarganya pun mengungkap bila meninggalnya Temon sangat mendadak.
Rika Irliani alias Rambu, anak kelima Temon mengatakan, kalau dirinya mendapat kabar sang ayah dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 08.00 WIB.
"Ada yang ngabarin Bapak masuk rumah sakit. Ya sudah, langsung ke rumah sakit," kata Rambu di rumah duka.
Baca juga: Tangis Anak Temon Kenang Momen Wisuda Ditemani Ayahnya, Akui sang Komedian Tak Pernah Mengeluh
"Terus telepon... telepon lagi mau ngabarin lagi, kabarnya sudah enggak ada," sambung dia.
Rambu mengakui kalau dirinya tidak mendapatkan kabar apapun tentang menurunnya kesehatan pria lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu, sebelum meninggal dunia.
"Gak ada kabar sakit apa-apa, semua mendadak," ucapnya.
"Cuma memang setahu saya kalau Papa itu punya riwayat penyakit darah tinggi," sambungnya.
Sebelum meninggal dunia, Temon diketahui sempat tampil bersama tim dari Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI) menghibur masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT Jakarta ke-499 di kawasan Ancol, Jakarta Utara pada 21 Juni 2026.
Jarwo Kwat, rekan sesama komedian, mengungkapkan dirinya saat itu bermain satu panggung bersama Temon.
Menurut Jarwo, dalam acara tersebut, Temon didapuk menjadi salah satu pengisi acara.
Meski dalam kondisi kurang fit, Temon tetap profesional dan berhasil mengocok perut para penonton yang hadir.
"Tampil terakhir, dia tampil lucu banget ya. Mungkin itu salah satu isyarat kali ya, teman-teman semua penonton semua senang gitu. Dan ya sekarang sudah pulang," kata Jarwo saat ditemui di rumah duka, Minggu (12/7/2026).
Ketua Umum PASKI tersebut tidak menampik ada perubahan yang cukup signifikan dari kondisi fisik Temon saat tampil di Ancol.
Jarwo melihat tubuh rekan seprofesinya itu sudah mulai melemah.
Tak hanya fisik, daya ingat Temon pun diakui Jarwo sudah mulai menurun.
"Iya panggung terakhir untuk kalau nggak salah 21 Juni itu panggung terakhir beliau. Dan kita nggak nyangka..." ujar Jarwo.
"Memang pas tampil juga udah mulai agak lemah ya, terus kemudian daya ingatnya juga sudah berkurang, fisiknya juga sepertinya sudah nggak maksimal kayak sebelumnya," lanjutnya.
Saat itu, rekan-rekan komedian tidak menaruh curiga yang berlebihan dan hanya menganggapnya sebagai faktor kelelahan atau sakit biasa yang memang sudah lama diidap almarhum.
"Ya kita nggak tahu itu sebuah isyarat ya," ucap Jarwo.
Setelah tampil di Ancol, komedian Temon pun mendampingi putrinya Rika Irliani alias Rambu wisuda pada 24 Juni 2026.
Bahkan, Temon pun sempat mengunggah kebahagiaannya tersebut di Instagram.
Dalam unggahan tersebut, Temon membagikan potret wisuda Rika Irlani.
Temon pun dengan bangga menyampaikan bahwa anaknya telah resmi lulus dari perguruan tinggi.
Tak hanya itu, Rambu juga meraih predikat kelulusan cumlaude atau dengan pujian.
“Anak gue wisuda, cumlaude coy,” tulis Temon saat itu.
Mengenai momen acara wisuda tersebut, Rambu pun mengingatnya secara jelas.
"Ayah sempat temani atau datang saat aku wisuda," kata Rambu di rumah duka.
"Senang sih, karena keluarga pada ngumpul semua kan akhirnya pas wisuda...," tambahnya.
Rambu menyebut Temon sebagai sosok ayah yang sangat mencintai anak-anaknya, serta terus mendampingi sang buah hati dalam dunia pendidikan.
"Bapak juga yang sering ngajarin dulu pas sekolah. Belajar tuh Papa sih yang ngajarin. Kayak kalau ada PR, enggak tahu cara menyelesaikannya bagaimana, Papa yang ngasih tahu, Papa yang ngajarin," jelasnya.
Sekitar tiga pekan dari wisuda anaknya, Temon pun meninggal dunia.
Awalnya pada Minggu (12/7/2026) pagi sekira pukul 07.00 WIB, Temon yang baru selesai menonton pertandingan sepak bola tiba-tiba mengeluhkan sakit.
Ia mengeluhkan dada kirinya sakit.
Keluarga pun lantas membawa Temon ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mampang, Jakarta Selatan.
Dokter pun langsung melakukan pemeriksaan rekam jantung. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyampaikan adanya penyumbatan pada jantung Temon.
Lantas dokter pun memberikan penanganan berupa pemberian obat, pemeriksaan darah, dan mengambil rontgen.
Tak lama setelah itu Temon pun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 08.37 WIB.
Rencananya jenazah Temon akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. (Tribunnews.com/ adi/ alivio)