POS-KUPANG.COM, KUPANG - Renungan Harian Kristen Senin 13 Juli 2026, dengan judul Ujian Iman Membuahkan Ketekunan.
Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh.
Renungan Harian Kristen ini merujuk pada KITAB YAKOBUS 1:2-8.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Minggu 12 Juli 2026, Bertekun dan Mengandalkan Tuhan
Isi buku renungan ini berdasarkan Alkitab dan ajaran iman Kristen sesuai tradisi Calvinis yang bersumber dari Alkitab - LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2).
POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari Pdt. Yudith A. Nunuhitu Follabessy, M.Si, anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Juli 2026.
Renungan Harian Bulan Juli 2026 ini mengambil judul Pendidikan yang Memerdekakan - Menghidupi Hikmat Allah dalam Keseharian.
Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen.
Ketika ujian datang melalui penderitaan ada orang yang tunduk hati dan berserah
kepada Tuhan, ada juga yang mengeluh bahkan menyalahkan Tuhan.
Kesukaran menguji iman, sekaligus menyingkapkan karakter rohani kita yang sesungguhnya.
Iman Kristen mendidik kita bahwa ujian dari Tuhan terhadap orang-orang pilihan akan
menghasilkan ketekunan iman.
Tanpa ujian yang sulit, tidak ada ketekunan. Tidak ada ketekunan, maka kondisi iman akan melemah, meredup, dan akhirnya mati.
Ujian Iman dan Ketekunan
Yakobus mengajarkan jemaat bahwa ujian iman itu sangat penting, sangat diperlukan.
Ia berkata, “kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.”
Nasihat dan ajaran Yakobus terdengar aneh. Biasanya kita berpikir bahwa iman akan
bertahan walaupun ada ujian, bukan karena ada ujian.
Kita sering mengatakan bahwa iman menjadi semakin dalam dan semakin kuat melalui ujian.
Tetapi kita jarang mengatakan bahwa iman bertahan dan bertekun karena ujian. Tetapi, bukankah
pengajaran Yakobus ini sangat indah?
Baca juga: Renungan Harian Kristen Sabtu 11 Juli 2026, Mengajarkan Berulang-Ulang
Ujian terhadap iman menghasilkan ketekunan.
Kita mungkin menangis dan meratap karena penderitaan yang datang. Ada yang
tetap berdoa, berkata puji Tuhan, dan bersyukur, tetapi ada juga yang menolak berdoa
dan tidak lagi mempercayai kuasa Tuhan.
Ada yang merendahkan diri di hadapan Tuhan dan belajar memahami kasih Allah di tengah kehancuran, tetapi ada yang
berbalik dari Tuhan dan meninggalkan iman.
Lihatlah perbedaannya. Ujian iman akan menghasilkan ketekunan bagi orang-orang pilihan Allah. Tetapi ada yang menolak
ujian karena tidak mau memahami tujuan di balik ujian iman.
Ada pelajaran berharga yang Tuhan karuniakan kepada orang-orang pilihan ketika Ia mengizinkan mereka diuji melalui dapur api penderitaan, sakit, kegagalan,
penghinaan, kehilangan. Semakin diuji, semakin bertekun, iman semakin murni, semakin teguh, tidak tergoyahkan.
Kesengsaraan berusaha menghancurkan iman kita, namun Tuhan memakainya untuk membuat kita semakin bertekun di dalam Dia.
Ujian demi ujian bisa datang kapan pun, untuk membentuk kita menjadi orang-orang
yang bertekun. Sebagaimana di sekolah, ujian mendorong kita untuk belajar lebih giat
dan lebih tekun, demikian pula ujian iman, mendorong kita lebih tekun dan bertahan
di dalam Tuhan.
Ujian iman dan ketekunan adalah cara Tuhan untuk menopang kita
sebab kesengsaraan tidak akan menggagalkan iman yang dianugerahkan-Nya.
Pokok Doa
Mintalah kepada Tuhan pengertian yang benar bahwa ujian iman sangat kita perlukan
agar kita lebih lagi bertekun dan bersandar kepada Tuhan. Amin! (*)
Komunitas Suluh Injil Sekretariat : Jl. Seruni No. 8 Naikoten, Kota Kupang
Telp : +62 8113828074, +62 85239108328.
Email : bethseba0906@gmail.com.