Bacaan Doa Sholat Tahajud Senin 13 Juli 2026: Waktu Terbaik, Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya
Indry Panigoro July 13, 2026 02:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Waktu menunjukkan sekitar pukul 01.55 Wita, Senin (13/7/2026).

Suasana di lantai dua Kantor Tribun Manado, Jalan AA Maramis, Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, tampak sepi. 

Dari jendela ruang redaksi, lampu-lampu di sepanjang Jalan AA Maramis hingga arah Bandara Internasional Sam Ratulangi masih terlihat menyala. Sesekali, suara ketikan keyboard terdengar memecah sunyinya malam.

Seiring berjalannya sepertiga malam terakhir, sebagian umat Islam bangun untuk melaksanakan salat Tahajud. Ibadah sunah tersebut dikerjakan setelah tidur dan memiliki banyak keutamaan.

Salat Tahajud dikenal sebagai ibadah yang memiliki banyak keutamaan.

Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, waktu pelaksanaannya juga diyakini sebagai salah satu waktu yang baik untuk memanjatkan doa.

Di Sulawesi Utara, salat Tahajud menjadi amalan yang rutin dikerjakan sebagian umat Muslim.

Mulai dari Kota Manado, Bitung, Tomohon, Kabupaten Minahasa, wilayah Bolaang Mongondow Raya, hingga daerah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), ibadah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Secara umum, waktu salat Tahajud terbagi menjadi tiga bagian malam. Namun saat ini, umat Muslim telah memasuki sepertiga malam terakhir, yaitu waktu yang banyak disebut para ulama sebagai saat paling utama untuk melaksanakan salat Tahajud dan memperbanyak doa sebelum azan Subuh berkumandang

Pertama, sepertiga malam awal atau setelah salat Isya hingga pukul 22.00.

Kedua, sepertiga malam kedua atau pukul 22.00 hingga 01.00.

Yang terakhir, sepertiga malam akhir atau 01.00 hingga mendekati waktu subuh.

Niat Salat Tahajud

Ushalli Sunnatat Tahajjudi Rak'ataini Lillaahi Ta'alaa. Allahu Akbar.

Artinya: Aku niat shalat sunat tahajjud dua raka'at karena Allah ta'ala. Allahu Akbar.

Tata cara

1. Niat salat;

2. Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah;

3. Membaca surat Al Fatihah;

4. Membaca surat dari Al-Qur'an;

5. Ruku’ dengan tuma’ninah;

6. I’tidal dengan tuma’ninah;

7. Sujud dengan tuma’ninah;

8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah;

9. Sujud kedua dengan tuma’ninah;

10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua;

11. Membaca surat Al Fatihah;

12. Membaca surat dari Al-Qur'an;

13. Ruku’ dengan tuma’ninah;

14. I’tidal dengan tuma’ninah;

15. Sujud dengan tuma’ninah;

16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah;

17. Sujud kedua dengan tuma’ninah;

18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah;

19. Salam;

20. Doa yang dianjutkan yaitu:

Rabbanaa aatinaa fid dunya hasanatan, wa - fil aakhirati hasanatan, waqinaa adzaaban naar.

Artinya :

"Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksaan api neraka".

Atau doa lain hadis Bukhari bahwa Rasulullah membaca doa:

" Allahumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardli wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa'dukal haq. Wa liqa'uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan naru haq. Wan nabiyyuna haq. Wa Muhammadun shallallahu alaihi wasallama haq. Was sa'atu haq."

" Allahumma laka aslamtu. Wa bika amantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khashamtu. Wa ilaika hakamtu. Faghfirli ma qaddamtu, wa ma akhkhartu, wa ma asrartu, wa ma a'lantu, wa ma anta a'lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru. La ilaha illa anta. Wa la haula, wa la quwwata illa billah."

"Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar."

"Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

Keutamaan Salat Tahajud

Dikutip dari baznas.go.id, keutamaan salat Tahajud sangatlah luar biasa seperti berikut:

1. Salat Sunah Paling Utama

Tahajud yang juga disebut qiyamul lail atau salat lail merupakan salat sunah yang paling utama.
Sebagaimana sabda Rasulullah:

“Salat yang paling afdhol setelah salat fardhu adalah salat malam” (HR. An Nasai)

2. Kunci Masuk Surga

Rasulullah shallallahualaihi wasallam bersabda:

“Sebarkanlah salam, berilah makan (orang-orang yang membutuhkan), sambungkanlah silaturrahim, dan salatlah pada malam hari ketika orang lain sedang tidur; niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)

3. Kemuliaan dan Kewibawaan

Selain mendapatkan kedudukan mulia di akhirat kelak, orang-orang yang ahli salat Tahajud juga akan mendapatkan kedudukan yang mulia di dunia.

Allah akan memberinya kemuliaan dan kewibawaan.

“Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada salat malamnya” (HR Hakim; hasan)

4. Menenangkan Hati

Al-Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

“Cobalah renungkan bagaimana Allah membalas shalat malam yang mereka lakukan secara sembunyi dengan balasan yang Ia sembunyikan bagi mereka, yakni yang tidak diketahui oleh semua jiwa.

Juga bagaimana Allah membalas rasa gelisah, takut dan gundah gulana mereka di atas tempat tidur saat bangun untuk melakukan salat malam dengan kesenangan jiwa di dalam Surga.” [Baca Haadil Arwaah ilaa Bilaadil Afraah oleh Ibnul Qayyim (hal. 278)]

SUMBER: TRIBUNNEWS

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.