6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Siswa Baru SMA/SMK di Kalbar Belum Mulai Masuk Sekolah 13 Juli 2026
Faiz Iqbal Maulid July 13, 2026 07:28 AM

Meski begitu ia bilang siswa kelas XI dan XII SMA/SMK akan masuk terlebih dahulu di hari pertama sekolah.

Sementara itu, peserta didik baru kelas X baru akan mulai masuk sekolah pada 16 Juli 2026,

Hal itu karena proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) masih berlangsung dan saat ini masih berada pada tahapan Jalur Prestasi.

1). Catat Tanggalnya! Siswa Baru SMA/SMK di Kalbar Belum Mulai Masuk Sekolah 13 Juli 2026

MPLS KALBAR 2026 - Kepala sekolah memberikan arahan saat pertama masuk sekolah di SD Negeri Palmerah 07 Pagi, Jakarta Barat, Senin 14 Juli 2026. Hari pertama tahun ajaran 2026/2027 di Kalbar akan dimulai pada 14 Juli 2026.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Kompas.com/Antonius Aditya)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri mengatakan Tahun Ajaran 2026/2027 dimulai pada 14 Juli 2026.

Meski begitu ia bilang siswa kelas XI dan XII SMA/SMK akan masuk terlebih dahulu di hari pertama sekolah.

Sementara itu, peserta didik baru kelas X baru akan mulai masuk sekolah pada 16 Juli 2026,

Hal itu karena proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) masih berlangsung dan saat ini masih berada pada tahapan Jalur Prestasi.

“Tanggal 14 Juli yang masuk adalah siswa kelas XI dan XII. Untuk siswa baru kelas X mulai masuk pada 16 Juli karena tahapan SPMB masih berjalan. MPLS akan dilaksanakan selama lima hari, setelah itu mereka mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar sebagai siswa di sekolah tersebut,” jelas Syarif Faisal di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu 12 Juli 2026.

Baca Selengkapnya

2). Kualitas Udara 14 Wilayah Kalbar Besok 14 Juli 2026, Kubu Raya Kategori Tidak Sehat

KUALITAS UDARA KALBAR - Ilustrasi polusi kota. Berikut kondisi udara 14 Wilayah Kalbar, 14 Juli 2026.
KUALITAS UDARA KALBAR - Ilustrasi polusi kota. Berikut kondisi udara 14 Wilayah Kalbar, 14 Juli 2026.(TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA/Freepik)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat masuk kategori Tidak Sehat.

Kondisi itu terungkap dari data BMKG Kalbar pada Sabtu 11 Juli 2026.

Wilayah Kecamatan Sungai Raya mulai menampakkan adanya kepulan asap walau tak begitu pekat.

Sementara itu, berdasarkan data, untuk wilayah lainnya masih dalam kategori sedang hingga baik.

BMKG Kalbar mencatat kondisi udara di 14 kabupaten/kota Kalimantan Barat pada 14 Juli 2026 umumnya masih kategori Sehat hingga Sedang, kecuali Kubu Raya (Sungai Raya) yang masuk kategori Tidak Sehat akibat asap karhutla.

Baca Selengkapnya

3). Profil Siapa Muhammad Farizi yang Resmi Nahkodai Karang Taruna Kalbar

KARANG TARUNA - Muhammad Farizi resmi Nahkodai Ketua Karang Taruna Provinsi Kalbar berlangsung di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu 12 Juli 2026. Berikut profil Muhammad Farizi.
KARANG TARUNA - Muhammad Farizi resmi Nahkodai Ketua Karang Taruna Provinsi Kalbar berlangsung di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu 12 Juli 2026. Berikut profil Muhammad Farizi.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Muhammad Farizi resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat periode terbaru melalui mekanisme aklamasi dalam Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu 12 Juli 2026.

Ia menjadi calon tunggal setelah mengantongi dukungan dari 11 Ketua Karang Taruna kabupaten/kota se-Kalbar.

Pemilihan ketua tersebut menjadi rangkaian penutup Temu Karya Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat yang diawali dengan sidang pleno, dilanjutkan penetapan ketua terpilih hingga penutupan kegiatan.

Usai ditetapkan sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Barat, Muhammad Farizi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian Temu Karya.

“Alhamdulillah, Temu Karya yang dirangkaikan dengan pemilihan Ketua Karang Taruna Provinsi Kalbar serta Karang Taruna kabupaten/kota se-Kalimantan Barat telah berjalan dengan baik dan rampung,” ujarnya.

Baca Selengkapnya

4). 3 Kecamatan di Kayong Utara Ini Masuk Zona Rawan Karhutla! Titik Panas Mulai Bertebaran

KARHUTLA DI KALBAR - Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Jalan Siduk, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu 11 Juli 2026. BPBD mengungkap tiga kecamatan rawan Karhutla.
KARHUTLA DI KALBAR - Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Jalan Siduk, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu 11 Juli 2026. BPBD mengungkap tiga kecamatan rawan Karhutla.(TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA)

‎TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat masuk kategori dengan tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tinggi.

‎Kondisi tersebut dipengaruhi musim kemarau yang datang lebih cepat dengan durasi yang diperkirakan lebih panjang.

3 Kecamatan Rawan

Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri mengungkap sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla meliputi Kecamatan Pulau Maya, Kecamatan Simpang Hilir, dan Kecamatan Sukadana.

‎Ia mengatakan, peningkatan titik panas mulai terpantau sejak 4 Juni 2026 di Desa Pemangkat, Desa Satai Lestari, dan Desa Mata-Mata.

‎"Titik panas mulai meningkat sejak 4 Juni di Desa Pemangkat, Desa Satai Lestari, dan Desa Mata-Mata," ujar Fathul saat dikonfirmasi, Minggu 12 Juli 2026. 

‎Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar lokasi kebakaran berada di kawasan yang berdekatan dengan lahan perkebunan milik warga.

Baca Selengkapnya

5). Aturan Resmi MPLS SMA dan SMK di Kalbar, Sekolah Dilarang Beri Atribut Aneh!

MPLS KALBAR 2026 - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, saat diwawancarai di Pendopo Gubernur, Minggu 12 Juli 2026. Syarif mengungkap larangan saat MPLS 2026.
MPLS KALBAR 2026 - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, saat diwawancarai di Pendopo Gubernur, Minggu 12 Juli 2026. Syarif mengungkap larangan saat MPLS 2026.(TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anggita Putri)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat melarang penyelenggaran Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 mengandung unsur perpeloncoan, kekerasan fisik maupun verbal, pemberian tugas yang merendahkan martabat peserta didik, hingga penggunaan atribut yang tidak relevan atau dijadikan bahan lelucon.

Larangan itu tertuang dalam dalam Surat Edaran Nomor 400.3/2015/Dikbud-C yang ditujukan kepada seluruh kepala SMA dan SMK di Kalimantan Barat sebagai pedoman pelaksanaan MPLS.

“MPLS harus lebih diarahkan pada kegiatan yang mempunyai nilai pendidikan karakter dan mengenalkan lingkungan sekolah secara benar kepada siswa baru. Jadi tidak ada lagi kegiatan yang bersifat intimidatif atau membuat siswa merasa takut,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu 12 Juli 2026.

“Terkait MPLS, kami sudah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan jenjang SMA dan SMK negeri maupun swasta di Kalimantan Barat. Intinya, kami sampaikan bahwa MPLS harus diisi dengan kegiatan-kegiatan positif yang tidak mempermalukan siswa baru. Tidak boleh ada kegiatan yang aneh, perpeloncoan maupun agenda yang terlalu berat untuk fisik anak-anak,” ujar Syarif Faisal.

Ia menjelaskan, pelaksanaan MPLS mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan Ramah.

Baca Selengkapnya

6). BMKG Warning: Polusi Udara di Kabupaten Kubu Raya Berpotensi Memburuk Beberapa Hari Ke Depan

POLUSI UDARA KALBAR - Ilustrasi polusi udara. BMKG Kalbar prediksi polusi udara di Kubu Raya berpotensi masuk kategori Sangat Tidak Sehat saat malam hari.
POLUSI UDARA KALBAR - Ilustrasi polusi udara. BMKG Kalbar prediksi polusi udara di Kubu Raya berpotensi masuk kategori Sangat Tidak Sehat saat malam hari.(TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat, Reny Shahputri mengatakan kualitas udara di Kabupaten Kubu Raya mulai memburuk.

Ia mengatakan kondisi tersebut masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan.

"Potensi ke depannya mungkin akan masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat karena untuk beberapa waktu ke depan kondisi cuaca masih dominan cerah berawan," katanya kepada TribunPontianak.co.id, Minggu 12 Juli 2026.

Memburuk saat Malam Hari

Ia menjelaskan, berdasarkan data beberapa hari terakhir, kualitas udara memburuk saat malam hingga dini hari. 

"Kondisi terjadi pada malam hingga dini hari. Hal ini berkaitan dengan ketinggian lapisan batas atmosfer yang akan mulai rendah atau semakin dekat permukaan karena kondisi malam hari yang relatif dingin daripada siang hari," ungkapnya.

Baca Selengkapnya

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.