Renungan Katolik Hari Senin 13 Juli 2026, Berani Memilih Kristus dan Melakukan yang Baik
Gordy Donovan July 13, 2026 08:47 AM

Oleh: Pastor John Lewar SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan katolik Senin 13 Juli 2026.

Tema renungan katolik “Berani Memilih Kristus dan Melakukan yang Baik” disiapkan untuk hari biasa pekan XV. 

Hari biasa pekan XV dengan warna liturgi hijau.

Bacaan hari Senin: Yes 1:11-17; Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23; Mat 10:34-11:1 dan BcO Ayb 2:1-13.

Baca juga: Renungan Katolik Senin 13 Juli 2026, Melainkan Perang

Bacaan Pertama: Yesaya 1:11-17

"Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?" firman TUHAN; "Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.

Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?

Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.

Perayaan-perayaan bulan barumu dan pertemuan-pertemuanmu yang tetap, Aku benci melihatnya; semuanya itu menjadi beban bagi-Ku, Aku telah payah menanggungnya.

Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.

Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,

belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

Mazmur Tanggapan

Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?

Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu,

Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,

padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?

Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu.

Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."

Bacaan Injil: Matius 10:34–11:1

"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,

dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.

Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.

Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."


Renungan Harian Katolik

"BERANI MEMILIH KRISTUS DAN MELAKUKAN YANG BAIK"

KISAH PENGANTAR  

Seorang pemuda bekerja di sebuah tempat yang penuh dengan persaingan. Suatu hari, ia mengetahui bahwa beberapa temannya melakukan sesuatu yang tidak jujur demi memperoleh keuntungan. Ia diajak untuk ikut serta. Jika menolak, ia terancam dijauhi dan dianggap tidak setia kawan.  

Ia bergumul dalam hati. Akhirnya ia berkata, “Saya lebih baik kehilangan keuntungan daripada kehilangan kejujuran.”  

Keputusannya tidak membuat hidupnya langsung menjadi mudah. Ia dijauhi oleh beberapa temannya. Namun hatinya tetap damai karena ia memilih melakukan yang benar.  

Kisah sederhana ini mengingatkan kita bahwa memilih kebenaran sering kali menuntut keberanian dan pengorbanan._

RENUNGAN
 
Dalam Bacaan Pertama, Nabi Yesaya menyampaikan teguran keras kepada umat Allah. Mereka rajin menjalankan berbagai upacara keagamaan, tetapi kehidupan mereka tidak mencerminkan kehendak Tuhan. Karena itu, Tuhan menghendaki pertobatan nyata: berhenti berbuat jahat, belajar berbuat baik, mencari keadilan, dan membela mereka yang lemah. Pesannya sangat jelas: iman tidak cukup hanya diucapkan atau dirayakan; iman harus diwujudkan dalam kehidupan.  

Kita mungkin rajin berdoa, mengikuti Misa, membaca Kitab Suci, atau aktif dalam kegiatan Gereja. Semua itu penting. Namun Tuhan juga melihat bagaimana kita memperlakukan sesama. Apakah kita jujur? Apakah kita mau mengampuni? Apakah kita peduli kepada orang yang menderita? Apakah kehadiran kita membawa damai dan kebaikan?  

Dalam Injil, Yesus menunjukkan bahwa mengikuti-Nya membutuhkan keputusan yang tegas. Kesetiaan kepada Kristus kadang-kadang membawa tantangan, bahkan pertentangan. Bukan karena Yesus menghendaki permusuhan, tetapi karena kebenaran yang dibawa-Nya menuntut manusia untuk menentukan pilihan.  

Mengikuti Kristus berarti berani berkata ya kepada kebenaran dan tidak kepada kejahatan. Kadang-kadang pilihan itu membuat kita tidak populer. Kita mungkin kehilangan kenyamanan, keuntungan, atau penerimaan dari orang lain. Namun Yesus mengingatkan bahwa siapa yang setia kepada-Nya tidak akan kehilangan makna hidup yang sejati.  

Yesus juga berkata bahwa siapa yang menerima seorang murid-Nya berarti menerima Dia. Ini mengajarkan bahwa kasih kepada Tuhan harus nyata dalam penerimaan dan pelayanan kepada sesama. Bahkan tindakan kecil yang dilakukan dengan kasih memiliki nilai besar di hadapan Allah.  

Hari ini kita diajak untuk memeriksa kehidupan kita. Apakah iman kita hanya berhenti pada kata-kata dan ritual, atau sungguh menghasilkan perbuatan baik? Tuhan tidak mencari kesalehan yang hanya tampak dari luar. Tuhan menghendaki hati yang bersih, tangan yang siap menolong, mulut yang berkata benar, dan kehidupan yang berani berpihak pada kebaikan.

PESAN UNTUK HIDUP HARI INI
  
Jangan takut memilih Kristus. Jangan takut melakukan yang benar.  
Iman yang sejati terlihat dalam keberanian untuk mencintai, membela kebenaran, dan melakukan kebaikan setiap hari.

PERTANYAAN REFLEKSI

1. Apakah kehidupan sehari-hariku sudah sesuai dengan iman yang kuucapkan?  
2. Dalam hal apa aku masih takut memilih kebenaran karena ingin diterima orang lain?  
3. Kebaikan nyata apa yang dapat kulakukan hari ini?

DOA

Tuhan Yesus,  berilah aku hati yang tulus untuk mengikuti-Mu.  
Jangan biarkan imanku berhenti pada kata-kata,  tetapi mampukan aku mewujudkannya  dalam perbuatan kasih dan kebaikan.  

Berilah aku keberanian untuk memilih kebenaran,  meskipun pilihan itu tidak selalu mudah.  
Ajarkah aku untuk setia kepada-Mu  dan melihat kehadiran-Mu dalam diri sesamaku.  

Jadikanlah hidupku kesaksian tentang kasih-Mu  dan berkat bagi siapa pun yang kujumpai hari ini.  Amin.

Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada.
 (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.