Barnabas Dowansiba: Toleransi Papua Barat Jadi Modal Sukses Tiga Event Keagamaan
Hans Arnold Kapisa July 13, 2026 12:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, mengapresiasi suksesnya tiga agenda keagamaan di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Tiga kegiatan tersebut adalah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Kabupaten Manokwari, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, serta Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik IV Tingkat Provinsi Papua Barat di Kabupaten Teluk Bintuni.

Barnabas menegaskan, keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini menjadi bukti kuat sinergi antara pemerintah, panitia, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif.

“Keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi seluruh pihak. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, ASN Kementerian Agama, panitia, aparat keamanan, serta seluruh pihak yang telah bekerja dengan penuh dedikasi,” ujar Barnabas, Senin (13/7/2026).

Baca juga: Barnabas Dowansiba: ASN Kemenag Papua Barat Total Sukseskan Pesparawi Nasional XIV

Toleransi dan Persaudaraan

Barnabas menilai kesuksesan tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi juga dari semangat persaudaraan dan toleransi masyarakat.

Menurutnya, masyarakat Papua Barat dan Papua Barat Daya menunjukkan sikap saling menghormati sehingga peserta dari berbagai daerah merasa aman dan nyaman.

“Ini membuktikan bahwa toleransi antarumat beragama di Papua Barat dan Papua Barat Daya terjalin dengan sangat baik. Semangat persaudaraan ini menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan,” katanya.

Dampak Ekonomi

Selain memperkuat nilai toleransi, Barnabas menekankan bahwa penyelenggaraan Pesparawi, MTQ, dan Pesparani juga memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Kehadiran ribuan peserta dan tamu meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, hingga UMKM.

Baca juga: Papua Barat Bertekad Ukir Prestasi di MTQ Tingkat Nasional 2026 Semarang

“Event keagamaan seperti ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan iman, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Barnabas berharap keberhasilan tiga agenda keagamaan tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan mendukung kegiatan yang membawa manfaat bagi daerah.

“Semoga semangat kebersamaan, toleransi, dan kolaborasi yang telah kita tunjukkan terus dipelihara. Kerukunan adalah modal utama dalam membangun Papua Barat dan Papua Barat Daya yang aman, damai, dan sejahtera,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.