TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON – Sebanyak 252 murid baru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Cilegon mengikuti Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATA MUDA) sebagai rangkaian penyambutan peserta didik baru pada awal tahun ajaran 2026/2027.
Kegiatan yang dimulai pada Senin (13/7/2026) itu mengusung tema "Mengenal, Beradaptasi, Berkembang Bersama Madrasah".
Selama tiga hari, para murid akan diperkenalkan dengan lingkungan madrasah, budaya belajar, visi dan misi madrasah hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Masa Penerimaan Penegak Tamu (MPPT) selama dua hari sebagai pengenalan kepramukaan di MAN 1 Cilegon.
Kepala MAN 1 Kota Cilegon, Hj. Mariyati, mengatakan MATA MUDA merupakan program orientasi peserta didik baru di lingkungan madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.
"Kalau di madrasah, di Kementerian Agama, namanya MATA MUDA, yaitu Masa Ta'aruf Murid Madrasah," kata Mariyati kepada TribunBanten.com, Senin.
Baca juga: Para Ayah di Tangerang Antusias Antar Anak ke SDN Talaga 1 Cikupa di Hari Pertama Masuk Sekolah
Ia menjelaskan, jumlah peserta didik baru tahun ini mencapai 252 orang, terdiri dari 86 siswa laki-laki dan 166 siswi perempuan.
Menurutnya, rangkaian kegiatan dibagi menjadi dua tahap.
Hari pertama hingga ketiga diisi dengan kegiatan MATA MUDA, sedangkan hari keempat dan kelima dilanjutkan dengan MPPT.
"Senin sampai Rabu adalah MATA MUDA, kemudian Kamis sampai Jumat MPPT atau Masa Penerimaan Penegak Tamu untuk kegiatan Pramuka," ujarnya.
Dalam kegiatan MATA MUDA, para siswa dikenalkan dengan profil MAN 1 Cilegon, program pendidikan, visi dan misi madrasah, tata tertib hingga berbagai pilihan ekstrakurikuler.
Menurut Mariyati, pengenalan tersebut bertujuan agar peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
"Setelah mengenal madrasah, mereka diharapkan bisa beradaptasi. Kebiasaan yang baik dari SMP atau MTs tetap dilanjutkan, sedangkan yang kurang baik ditinggalkan. Setelah itu mereka mulai mengembangkan potensinya," ucapnya.
Ia mengatakan, pengembangan potensi siswa di MAN 1 Cilegon tidak hanya difokuskan pada prestasi akademik, tetapi juga nonakademik.
Menurutnya, berbagai prestasi yang diraih madrasah justru banyak lahir dari kegiatan ekstrakulikuler.
"Kalau mengejar akademik, tentu ada madrasah seperti MAN Insan Cendekia yang menjadi rujukan. Karena itu kami juga fokus mengembangkan ekstrakurikuler, dan alhamdulillah sudah banyak prestasi hingga tingkat nasional," katanya.
Baca juga: Daftar 5 Pejabat Terkaya 2026 di Pemprov Banten, ASN Paling Tajir yang Lagi Viral Saat Ini
Berbagai ekstrakurikuler tersebut, lanjut Mariyati, menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat sesuai minat masing-masing.
"Kalau anak-anak sudah suka dengan suatu kegiatan, mereka akan berkembang dengan sendirinya. Karena itu kami memberikan ruang yang luas untuk mereka berproses," ujarnya.
Selain pengenalan madrasah, siswa baru juga akan mengikuti kegiatan MPPT sebagai bagian dari pendidikan kepramukaan.
MAN 1 Cilegon memiliki Ambalan Ki Hajar Dewantara dan Dewi Sartika sebagai wadah pembinaan Pramuka Penegak.
"Di MPPT mereka dikenalkan tentang Pramuka, aktivitasnya, pembinanya sampai tahapan menuju Pramuka Garuda. Kami melihat Pramuka memiliki nilai-nilai karakter yang sangat positif bagi siswa," tutur Mariyati.
Saat ini, jumlah peserta didik di MAN 1 Cilegon mencapai 722 siswa.
Rinciannya, 252 siswa kelas X, 244 siswa kelas XI, dan 226 siswa kelas XII.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 1 Cilegon, H. Zainal Muttaqin menambahkan, madrasah terus berupaya mencetak lulusan yang unggul baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
"Visi kami adalah mewujudkan madrasah yang unggul, berkarakter Islami, moderat, berkarakter lokal dan mendunia," katanya.
Menurut Zainal, untuk bidang akademik, siswa rutin mengikuti berbagai ajang olimpiade seperti Matematika, Fisika, Kimia, Biologi hingga Kebumian.
Bahkan, beberapa siswa MAN 1 Cilegon pernah lolos hingga tingkat nasional.
"Dua tahun lalu ada tiga siswa kami yang berhasil melaju ke tingkat nasional dan mengikuti kompetisi di Maluku," ujarnya.
Tak hanya itu, berbagai prestasi juga diraih pada bidang nonakademik.
Mulai dari Paskibra, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), qiraah, pidato, hingga seni pertunjukan yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.
Selain mengejar prestasi, kata Zainal, MAN 1 Cilegon juga menanamkan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.
Pembiasaan seperti salat duha berjamaah, salat zuhur berjamaah, kultum, doa bersama hingga istigasah menjadi bagian dari aktivitas harian di lingkungan madrasah.
"Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah. Harapannya, ketika mereka terjun ke masyarakat, mereka siap tampil, siap mengabdi, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan," pungkasnya.