GESER Posisi Bali, Pulau di Thailand Jadi yang Terbaik Asia Pasifik 2026, BTB Kejar Quality Tourism
Anak Agung Seri Kusniarti July 13, 2026 05:03 PM

TRIBUN-BALI.COM - Posisi Bali sebagai pulau terbaik di dunia, kini tergeser oleh pulau yang berada di Thailand. Berdasarkan liputan Kompas.com, Bali kini menempati peringkat ketiga, dalam daftar Best Islands in Asia-Pacific in 2026 pada Travel + Leisure Luxury Awards Asia Pacific 2026, Kamis (18/6/2026), berdasarkan pilihan pembaca.

Dalam daftar tersebut, Bali berada di bawah Koh Samui, Thailand, yang menempati posisi pertama, serta Phu Quoc, Vietnam, di posisi kedua. Melansir dari Travel + Leisure Asia, Selasa (30/6/2026), penghargaan tersebut memuat daftar kota dan pulau terbaik di Asia Pasifik 2026.

Baca juga: DATA Pariwisata di Bali Masih Jadi PR Sampai Kini, Insan Pariwisata & BI Lakukan FGD Bahas Solusinya

Baca juga: Dongkrak Ekonomi Daerah, Kemenpar Siapkan 95 Paket Wisata Spesial Libur Sekolah

SANUR - Posisi Bali sebagai pulau terbaik di dunia, kini tergeser oleh pulau yang berada di Thailand. Berdasarkan liputan Kompas, Bali kini menempati peringkat ketiga, dalam daftar Best Islands in Asia-Pacific in 2026 pada Travel + Leisure Luxury Awards Asia Pacific 2026, Kamis (18/6/2026), berdasarkan pilihan pembaca.
SANUR - Posisi Bali sebagai pulau terbaik di dunia, kini tergeser oleh pulau yang berada di Thailand. Berdasarkan liputan Kompas, Bali kini menempati peringkat ketiga, dalam daftar Best Islands in Asia-Pacific in 2026 pada Travel + Leisure Luxury Awards Asia Pacific 2026, Kamis (18/6/2026), berdasarkan pilihan pembaca. (Tribun Bali/ISTIMEWA)

Bali tidak lagi berada di posisi teratas, sebagai pulau terbaik di kawasan Asia-Pasifik setelah Koh Samui mengambil posisi pertama dalam Travel + Leisure Luxury Awards 2026, karena berkaitan dengan pariwisata massal.

Dalam satu tahun terakhir, otoritas di Bali meningkatkan upaya penertiban terhadap pelanggaran visa dan perilaku tidak pantas kepada wisatawan asing, untuk menjaga budaya lokal dan ketertiban umum.

Meski begitu, posisi Bali tetap berada di tiga besar, yang menunjukkan bahwa Pulau Dewata masih menjadi salah satu destinasi favorit pembaca Travel + Leisure di Asia-Pasifik.

Alasan Koh Samui Peringkat Pertama

Melansir dari Travel + Leisure Asia, Koh Samui, Thailand dinilai mampu berkembang sebagai destinasi wisata populer tanpa sepenuhnya kehilangan karakter aslinya.

Pulau di Thailand tersebut identik dengan resor mewah, pilihan tempat makan yang lebih beragam, serta pengalaman liburan tepi pantai yang lebih tertata.

Koh Samui juga masih mempertahankan daya tarik lamanya, antara lain melalui kebun kelapa, air terjun, jalur hutan, dan komunitas nelayan lokal.

Selain itu, kawasan Angthong National Marine Park di lepas pantai Koh Samui menjadi salah satu daya tarik alam utama di Thailand bagian selatan.

Melansir dari Thai National Parks, Selasa (30/6/2026), Angthong National Marine Park merupakan taman nasional laut yang berdiri sejak 1980, memiliki 42 gugusan pulau di Teluk Thailand, sekitar 30 kilometer dari Koh Samui, dengan luas sekitar 102 kilometer persegi.

Kawasan ini dikenal dengan lanskap bukit kapur, gua, danau laut di tengah pulau, serta aktivitas wisata seperti snorkeling, kayaking, hiking, dan kunjungan pantai.

Selain Bali, Indonesia juga diwakili Sumba dalam daftar 10 besar pulau terbaik Asia-Pasifik 2026 pada ajang tersebut. Sumba berada di posisi kesembilan, setelah Boracay dan sebelum Koh Chang.

Masuknya Bali dan Sumba, menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik kuat dalam peta wisata pulau di Asia-Pasifik, meski sejumlah destinasi lain di kawasan tersebut terus memperkuat posisinya.

Daftar 10 pulau terbaik Asia-Pasifik 2026 Melansir dari Travel + Leisure Asia, Selasa (30/6/2026), berikut ini adalah 10 Best Islands in Asia-Pacific in 2026:

  1. Koh Samui, Thailand
  2. Phu Quoc, Vietnam
  3. Bali, Indonesia
  4. Palawan, Singapura
  5. Penang, Malaysia
  6. Phuket, Thailand
  7. Langkawi, Malaysia
  8. Boracay, Filipina
  9. Sumba, Indonesia
  10. Koh Chang, Thailand 

Penghargaan tahunan dari Travel + Leisure tersebut menilai destinasi, hotel, dan pengalaman wisata di Asia-Pasifik berdasarkan sejumlah faktor, mulai dari kepuasan pengunjung, standar keramahtamahan, kualitas layanan, hingga penawaran pariwisata secara keseluruhan, dilansir dari VnExpress, Selasa (30/6/2026).

BERI KETERANGAN - Ketua BTB Gus Agung saat ditemui Jumat (10/7/2026) kemarin di Sanur.
BERI KETERANGAN - Ketua BTB Gus Agung saat ditemui Jumat (10/7/2026) kemarin di Sanur. (Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)

BTB Kejar Quality Tourism

Bali Tourism Board (BTB), atau Gabungan Industri Pariwisata Bali (GIPI), memberikan data adanya kenaikan kedatangan wisatawan asing ke Bali. Ketua BTB, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, menyebutkan ada pertumbuhan 3,5 persen (yoy). Yaitu pada Juni 2026 sebanyak 623.592, jumlah ini naik dibandingkan Juni 2025 yang hanya 602.634. 

Turis Australia masih mendominasi, dengan pertumbuhan sampai 8,5 persen. Disusul Taiwan sampai 12,8 persen, lalu Rusia 6,9 persen. Sementara yang agak menurun adalah India dan Korea Selatan. Data ini didapatkan dari TPI Ngurah Rai. 

"Data ini menunjukkan, bahwa meskipun kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali meningkat 3,5 persen secara tahunan, komposisi pasar mengalami perubahan. Ke depan, penguatan pasar yang sedang tumbuh perlu terus dilakukan, sementara strategi khusus diperlukan untuk memulihkan pasar-pasar utama yang mengalami penurunan," jelasnya kepada media dalam siaran pers dan data BTB. 

Gus Agung, sapannya, mengatakan bahwa United Kingdom tetap menjadi pasar Eropa terbesar bagi Bali meskipun turun 8,1 persen. Prancis masih berada di posisi kedua di Eropa, dengan penurunan yang relatif moderat minus (6,6 persen).

Rusia menjadi satu-satunya pasar Eropa yang bertumbuh, naik 6,9 persen, menandakan permintaan yang masih kuat. Jerman mengalami penurunan paling tajam, di antara pasar Eropa utama minus (19,0 persen), diikuti Belanda minus (16,0 persen). Spanyol relatif stabil dibanding negara Eropa lainnya, hanya turun 2,4 persen.

"Kesimpulan strategisnya, secara keseluruhan, pasar Eropa masih menjadi salah satu pilar utama pariwisata Bali, namun tren Juni 2026 menunjukkan perlambatan di sebagian besar negara Eropa Barat. Di sisi lain, Rusia menjadi pengecualian dengan pertumbuhan positif, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pasar yang layak mendapat perhatian lebih dalam strategi promosi dan peningkatan konektivitas udara," sebut pria asal Sanur ini.

Lanjutnya, data kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali pada Juni 2026 menunjukkan perkembangan yang positif. Secara keseluruhan, jumlah kunjungan memang meningkat 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari 602.634 menjadi 623.592 wisatawan.

Namun, jika dicermati lebih dalam, terjadi pergeseran komposisi pasar. Australia semakin mengukuhkan posisinya sebagai pasar utama dengan pertumbuhan 8,5 persen. Selain itu, pasar seperti Taiwan, Rusia, dan Jepang juga menunjukkan tren yang positif.

Di sisi lain, beberapa pasar utama mengalami penurunan, terutama Korea Selatan, India, China, Singapura, dan Malaysia. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan total kunjungan belum merata di seluruh pasar.

"Bagi Bali, ini menjadi momentum untuk menjaga pasar yang sedang bertumbuh sekaligus memperkuat kembali pasar-pasar tradisional melalui peningkatan konektivitas penerbangan, promosi yang lebih tepat sasaran, serta kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata.

Bali Tourism Board memandang bahwa diversifikasi pasar, merupakan langkah penting agar pertumbuhan pariwisata Bali semakin berkualitas, berkelanjutan, dan tidak bergantung pada satu atau dua negara sumber wisatawan," tegasnya. (ask)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.