Memang di beberapa bendungan, isu jaringan irigasi yang belum jadi banyak sekali. Tidak hanya di Bendungan Meninting yang baru saja diresmikan presiden
Mataram (ANTARA) - Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi mendorong pemerintah mempercepat pembangunan jaringan irigasi pada bendungan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
"Memang di beberapa bendungan, isu jaringan irigasi yang belum jadi banyak sekali. Tidak hanya di Bendungan Meninting yang baru saja diresmikan presiden," kata Mori Hanafi di Mataram, Senin.
Ia mengatakan keterlambatan pembangunan jaringan irigasi membuat fungsi sejumlah bendungan belum optimal, meskipun infrastruktur utamanya telah selesai dibangun.
Sebagai contoh, Mori menyebut Bendungan Mila dan Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang hingga kini belum didukung jaringan irigasi memadai.
Menurut dia, Bendungan Tanju yang diresmikan pada 2018 memiliki potensi mengairi sekitar 2.200 hektare sawah. Namun, karena jaringan irigasinya belum tersedia, bendungan tersebut baru mampu mengairi lebih dari 100 hektare lahan.
Mori menjelaskan bendungan memiliki empat fungsi utama, yakni pengendalian banjir, penyediaan air irigasi, sistem penyediaan air minum (SPAM), dan penyedia energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
"Dari empat fungsi utama bendungan, baru pengendali banjir yang berjalan baik, sementara selebihnya belum optimal," ujarnya.
Ia menambahkan pembangunan jaringan irigasi Bendungan Meninting diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar hingga Rp250 miliar. Menurut dia, alokasi anggaran tersebut perlu segera direalisasikan agar bendungan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Mori mengatakan percepatan pembangunan jaringan irigasi Bendungan Meninting juga penting untuk mencegah munculnya persoalan baru, seperti sengketa lahan yang pernah terjadi di Dompu.
"Kalau bisa jaringan irigasinya jangan lama-lama karena kalau begitu lama persoalannya makin banyak. Ini juga akan jadi pembahasan kami bersama Kementerian PU agar jaringan irigasinya bisa dipercepat," katanya.
Ia berharap pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, memprioritaskan optimalisasi fungsi bendungan yang telah dibangun sebelum membangun bendungan baru sehingga investasi yang telah dikeluarkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
"Saran kami optimalkan bendungan yang ada dulu daripada bangun bendungan baru, karena percuma bendungan banyak kalau jaringan irigasi nggak ada dan fungsinya tidak bisa dioptimalkan," katanya.





