SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat nasional tahun ajaran 2026/2027 berpusat di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Senin (13/7/2026).
Pada kesempatan ini, Pemprov Jatim membagikan seragam gratis kepada 42 ribu anak.
Pelaksanaan MPLS ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, sekaligus menjadi instruktur upacara.
Selanjutnya di tengah upacara, Abdul Mu'ti beserta pejabat terkait turut membagikan seragam gratis ke sejumlah perwakilan siswa.
"Kami membagikan 42 ribu seragam gratis dari seluruh Jawa Timur ke murid-murid yang berstatus afirmasi."
"Jadi mereka yang mendapatkan seragam ini berasal dari keluarga kurang mampu," kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai.
Baca juga: Hadir di SMKN 2 Singosari, Mendikdasmen Tekankan MPLS Ramah Tanpa Perploncoan, Fokus pada Integritas
Aries menjelaskan, penerima seragam gratis ini sudah didata oleh masing-masing sekolah.
Sehingga sekolah mengetahui murid mana yang benar-benar kurang mampu dan berhak menerimanya.
"Tadi dibagikan serentak untuk seragam pramuka dan seragam putih," sambungnya.
Selain membagikan seragam gratis, pelaksanaan MPLS juga menjadi ajang untuk menyampaikan Deklarasi Sekolah Bebas Rokok Konvensional dan Rokok Elektrik (Vape) sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan satuan pendidikan yang sehat dan bebas dari paparan rokok.
Menurut Aries, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur telah memaparkan bahaya rokok konvensional dan elektrik. Sebab, kedua jenis rokok ini berdampak pada tumbuh kembang anak.
"Oleh sebab itu, kami berkomitmen tidak boleh ada gaya-gayaan menggunakan rokok elektrik, terutama para murid-murid. Guru juga harus menjadi teladan bagi murid-murid," sambungnya.
Jika masih ada pihak yang ketahuan melanggar komitmen ini, maka ada konsekuensi yang harus diterima, seperti menegurnya. Jika masih tetap dilakukan maka harus ada penindakan yang diberikan.
Abdul Mu'ti menambahkan, selain bahaya rokok, penyalahgunaan narkoba serta judi online juga harus menjadi perhatian khusus.
Edukasi tersebut harus disampaikan melalui pendekatan yang menggembirakan agar murid merasa nyaman dan aman.
"Ini yang coba kami tekankan dalam MPLS tahun 2026 ini dengan nama baru MPLS Ramah," pungkas Mu'ti.
Sebagaimana diketahui, MPLS yang berpusat di SMKN 2 Singosari ini diikuti oleh ribuan murid mulai jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat dari perwakilan sekolah di Malang Raya. Pelaksanaanya juga dilakukan secara daring.
Baca juga: Telat Datang saat Rapat Paripurna, Anggota DPRD Semprot Wali Kota Malang Wahyu Hidayat