TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Suasana ANTARA Heritage Center di Jakarta berubah ramai dengan kehadiran para praktisi humas dari berbagai profesi pada Sabtu (11/7/2026). Mereka mengikuti acara Kick Off Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2026.
Bertajuk 'Humas sebagai Daya Bangsa, Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Bangsa', kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian menuju Konvensi Humas Indonesia 2026 yang akan digelar di Surakarta (Solo) pada 17-18 Oktober 2026.
Sejak pukul 08.00 WIB, ruangan dipadati peserta berseragam kemeja putih dengan pin organisasi yang tersemat rapi, duduk dalam format round table yang menghadap ke panggung utama.
Suasana berubah menjadi antusiasme saat Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, tiba di lokasi pada pukul 08.14 WIB. dan disambut langsung oleh Ketua Umum Perhumas, Boy Kelana Soebroto.
Baca juga: UI Tuan Rumah Rakor Humas, Wamendiktisaintek Fauzan Sampaikan Pesan Mendalam
Rangkaian acara dibuka dengan hangat oleh Sekretaris Umum Perhumas sekaligus Direktur Utama LKBN Antara, Benny Butarbutar, yang diikuti oleh sambutan dari Ketua BPC Perhumas Solo Andre Rahmanto serta Co-Founder & COO Katadata, Heri Susanto.
Dalam pemaparannya, Boy Kelana Soebroto menekankan urgensi membangun kepercayaan sebagai fondasi profesi humas di tengah gempuran teknologi.
"Profesi humas menghadapi tantangan yang semakin besar di era perubahan yang berlangsung sangat cepat. Selain perkembangan AI dan arus informasi tanpa batas, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah menurunnya kepercayaan publik," ujarnya.
Menurut Boy, humas memiliki peran strategis sebagai penjaga kepercayaan yang menjembatani kepentingan masyarakat, harapan publik, dan realitas yang dihadapi bangsa.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi lahirnya ruang ide-ide baru , jejaring baru, dan kolaborasi baru yang memberikan dampak nyata bagi perkembangan konvensi komunikasi di Indonesia," jelas Boy.
Sejalan dengan hal tersebut, Nezar Patria menyoroti tantangan disinformasi di era digital dan mendorong praktisi humas untuk mengadopsi kecerdasan artifisial (AI) secara etis serta bertanggung jawab demi kepentingan publik.
"Peran humas sangat penting di tengah ketidakpastian global. Praktisi humas menghadapi tantangan besar berupa maraknya disinformasi dan kaburnya batas antara fakta dan fiksi," kata Nezar.
Nezar mendorong praktisi humas untuk mengadopsi teknologi AI guna memperkuat strategi komunikasi, mulai dari analisis sentimen hingga storytelling.
Namun, ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tersebut tetap berlandaskan pada standar etik yang bertanggung jawab.
"Humas punya tantangan yang besar untuk mengadopsi AI ini sesuai dengan standar etik dan juga memberikan kontribusi baik dalam mengelola pekerjaan komunikasi publik," ujar Nezar.
Momen puncak acara ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Perhumas dan LKBN ANTARA, disusul peluncuran resmi logo Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2026 yang disambut gemuruh tepuk tangan peserta.
Acara yang berlangsung hingga sesi foto bersama di halaman gedung bersejarah ini ditutup dengan diskusi mendalam mengenai etika AI dan pengaruhnya bagi dunia kehumasan.