Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya memberikan pendampingan psikologis bagi siswa SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, untuk memulihkan trauma usai ancaman bom yang sempat diterima sekolah tersebut.

"Kami mencoba untuk melakukan pendampingan kepada pihak sekolah karena ini melibatkan subjeknya, objeknya anak sekolah," kata Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta, Senin.

Rita mengatakan pendampingan diharapkan mampu memulihkan rasa aman serta mengurangi kecemasan kepada siswa serta orang tua.

Nantinya anggota Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Metro Jaya akan berbaur dengan anak-anak melakukan edukasi dan penguatan mental.

Kegiatan ini juga merupakan upaya penegakan hukum dalam pemberian pencegahan dan juga melakukan upaya perlindungan kepada perempuan, anak, dan kelompok rentan.

"Jadi besok saya didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, akan hadir memberikan penguatan kepada sekolah, kepada seluruh anak-anak, dan juga kepada orang tua siswa," katanya.

Dengan upaya tersebut, Polda Metro Jaya berharap bisa memperkuat program pencegahan ancaman yang berpotensi menimbulkan trauma dan mengganggu proses belajar mengajar di lingkungan sekolah.

Kepolisian menelusuri dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin.

Polisi menerima laporan teror bom pada pukul 07.30 WIB, saat siswa dan guru di sekolah tersebut sedang melaksanakan upacara pada hari pertama MPLS.

Teror berawal dari pesan pribadi melalui aplikasi WhatsApp yang diterima guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU).

Adapun isi pesan WhatsApp tersebut yakni peneror mengancam akan meledakkan bom ke 11 titik sekolah dan meminta pihak sekolah tidak melapor ke polisi.

Pihak sekolah kemudian melaporkan ancaman tersebut kepada kepolisian yang segera melakukan penyisiran.