TRIBUNNEWSMAKER.COM - Berkunjung ke Klaten rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh khas daerah tersebut.
Di antara beragam pilihan kuliner, nama Roti Semir & Djoes Kumpul menjadi salah satu yang paling legendaris.
Toko roti yang berdiri sejak sekitar tahun 1950 itu masih mempertahankan cita rasa khas roti semir yang telah dikenal lintas generasi.
Berlokasi di Jalan H. Samanhudi, tepat di sebelah utara Stasiun Klaten, toko ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan maupun warga lokal yang ingin berburu oleh-oleh.
Tak hanya menyajikan roti semir legendaris, toko tersebut juga menawarkan aneka jus buah segar.
Roti Semir & Djoes Kumpul melayani pembeli setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, serta sudah tersedia melalui layanan GoFood dan GrabFood.
Pihak pengelola juga menegaskan bahwa Roti Semir & Djoes Kumpul hanya memiliki satu toko resmi, yakni di Jalan H. Samanhudi, Klaten atau di kawasan utara Stasiun Klaten.
Hingga kini, toko tersebut belum memiliki cabang di lokasi lain.
Baca juga: Pernyataan Mengejutkan Sarwendah soal Isu Pesugihan Gunung Kawi: Gue yang ke Dukun? Kebalik Kali
Di balik popularitasnya sebagai oleh-oleh khas Klaten, roti semir ternyata memiliki sejarah yang cukup unik.
Orang tua pemilik Roti Kumpul, Meiliana (50), mengungkapkan bahwa pada masa lalu roti semir justru lebih dikenal sebagai sajian yang disiapkan ketika ada warga yang meninggal dunia.
Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena pada masa itu belum banyak toko roti seperti sekarang sehingga roti semir menjadi pilihan masyarakat.
"Kalau zaman dulu kan belum ada roti yang banyak, ya. Kalau ada orang kematian, belinya itu roti semir," ujar Meiliana kepada TribunSolo.com.
Selain itu, tradisi tersebut juga berkaitan dengan kebiasaan masyarakat yang membeli roti pada pagi hari untuk kebutuhan acara duka.
Meski memiliki sejarah seperti itu, seiring berjalannya waktu roti semir mulai dikenal lebih luas dan kini justru menjadi salah satu ikon kuliner sekaligus buah tangan khas dari Kabupaten Klaten.
Baca juga: Mengejutkan! Intelijen Israel Beberkan Dugaan Rencana Iran untuk Membunuh Donald Trump: Diotaki IRGC
Perjalanan Roti Kumpul dimulai sekitar tahun 1950. Kala itu, toko roti ini berdiri di pusat Kota Klaten dan menjadi salah satu pelopor usaha roti di daerah tersebut.
Namun, perjalanan usaha keluarga itu tidak selalu berjalan mulus.
Generasi penerus usaha, Tamara Anya (30), mengungkapkan bahwa toko roti tersebut pernah berhenti beroperasi selama beberapa tahun setelah sang kakek meninggal dunia.
“Ya itu kan (vakum), mama saya sempat tidak berjualan selama delapan tahun sejak kakek saya meninggal,” paparnya.
Vakumnya usaha itu sempat membuat keberadaan roti semir legendaris nyaris menghilang dari Klaten.
Melihat kondisi tersebut, Tamara akhirnya memutuskan untuk menghidupkan kembali usaha keluarga yang telah diwariskan turun-temurun.
Menurutnya, Klaten memiliki identitas kuliner yang sayang jika sampai hilang begitu saja.
“Saya cuma berpikir, Klaten ini eman-eman kalau tidak punya oleh-oleh roti khas. Jadi saya ingin menghidupkannya lagi,” ucapnya.
Kini, di bawah pengelolaan generasi ketiga, Roti Semir & Djoes Kumpul kembali dikenal masyarakat.
Tak hanya menjadi langganan warga lokal, toko roti ini juga menjadi destinasi wajib bagi wisatawan yang datang ke Klaten dan ingin membawa pulang cita rasa legendaris yang telah bertahan lebih dari tujuh dekade.
(Tribunnewsmaker.com/Candra)