Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pedagang di Kawasan Kompleks Dadaha Tasikmalaya mendadak ramai usai kejadian ledakan yang dilakukan eks napiter pada Sabtu (11/7/2026) malam.
Setiap harinya warga Tasikmalaya kerap olahraga di area Taman Dadaha dengan pemandangan deretan pedagang kaki lima yang menjadi kawasan ikonik Tasikmalaya.
Untuk titik ledakan berada dekat tiang penerangan jalan umum (PJU) di atas trotoar, tepat di tembok perbatasan Gedung Creative Center dan area GOR Sukapura.
Titik tersebut berada di belakang pedagang lain yang sempat dikagetkan dengan suara ledakan.
Padahal pedestrian ini diperuntukkan pejalan kaki, tetapi diisi deretan pedagang kaki lima.
Baca juga: Polisi Ungkap Fakta Ledakan di Kompleks Dadaha Tasikmalaya
"Kalau pas kejadian denger saya, tapi posisinya sedang melayani pembeli," ungkap Yeni, pedagang usus krispi kepada TribunPriangan.com, Senin (13/7/2026).
Yeni mengaku, sebelum kejadian sempat berkumpul antara pedagang jagung, es teler, dan tahu gejrot.
Menurutnya, cekcok tersebut berada di area dagangan mereka. Tapi dilerai hingga melakukan pertemuan di seberang dagangannya.
"Pada ngumpul dekat dagangan saya, bahkan si uwa (tukang tahu gejrot) sempat minta minum es karena posisinya dalam kondisi mabuk," ungkapnya.
Dirinya pun mengenal semua pedagang dan akrab. Bahkan tidak pernah ada perselisihan sebelumnya.
"Yang dagang es teler kita panggil Pak Ustaz karena masih bersaudara sama pedagang jagung. Cuma kalau es teh itu temannya yang sempat bikin ledakan setelah selesai cekcok," jelas Yeni.
Yeni menambahkan, ledakan terjadi usai tersangka A mendatangi ketiganya dan tak lama terdengar suara ledakan.
"Ledakannya sih seperti kembang api, dan pembeli juga pada kaget," tambahnya.
Ia mengungkapkan, dari kejadian ledakan ada salah satu pedagang Aci mini (cimin) sempoyongan karena berasa tepat di belakang ledakan.
"Ada pedagang lain yang kaget, sampai saya urut tangannya. Karena posisinya tak jauh dari lokasi ledakan," jelas Yeni.
Dirinya mengatakan, kondisi pedagang berangsur membaik setelah diberikan air minum dan dibawa pulang.
"Mungkin kaget, tapi sekarang posisi dagangannya pindah, mungkin ke depan. Karena di lokasi ledakan tidak ada lapaknya," cetusnya.
Senada dikatakan pedagang telur gulung yang lokasinya berjarak 10 meter, Irfan menjelaskan sempat melihat ada kilatan cahaya saat ledakan.
"Semuanya pada kaget, karena ledakannya keras. Malah saya kira kompor gas yang meledak, dan tidak ada yang sadar benda yang meledak. Lagi pada layani pembeli," kata Irfan.
Irfan menegaskan, pedagang yang mangkal di Kompleks Dadaha sering berganti dan pindah tempat.
"Kalau di sini yang dagang pada akrab semua, makanya kaget ada kejadian itu," ucap Irfan.(*)