Kasus Penipuan Biro Travel CV Uniality di Surabaya, Korban Gagal Liburan LN dan Nonton Konser BTS
Dyan Rekohadi July 13, 2026 10:32 PM

 

SURABAYA, SURYA.CO.ID - Wakil Wali Kota Surabaya Armuji membongkar praktik penipuan berkedok tur ke luar negeri hingga montor koser grup musik dunia asal Korea BTS atau Bangtan Boys dengan total kerugian korban mencapai miliaran rupiah.

Aksi penipuan massal itu memicu amarah puluhan korban dari berbagai kota di Indonesia yang langsung bergerak mengepung kantor sekaligus rumah mewah milik pengelola biro perjalanan itu.

Emosi para korban memuncak lantaran keberangkatan mereka dibatalkan sepihak secara mendadak saat sebagian dari mereka sudah telanjur berkemas dan siap terbang di bandara.

Baca juga: Niat Nonton Konser BTS, Puluhan Warga Surabaya Malah Tertipu Jastip Rp 400 Juta

 

Serbu Kantor Biro Travel

Puluhan korban asal Surabaya dan sekitarnya memilih menggeruduk kantor CV Uniality Tour and Travel di Nginden, Surabaya, Senin (13/7/2026).

Dengan difasilitasi Cak Ji, mereka mendatangi rumah megah tempat kantor biro travel itu untuk menuntut pertanggungjawaban serta pengembalian seluruh uang yang telah disetor.

Riri, salah satu korban asal Surabaya mengaku rugi Rp 30 juta setelah tergiur paket perjalanan ke Korea Selatan yang ditawarkan pelaku.

"Mestinya seluruh trip itu digelar Juni sampai Desember 2026. Tapi dibatalkan sepihak," tutur Riri.

Nasib tragis dialami korban karena kehilangan kontak dan kepastian dari pihak pengelola saat hari keberangkatan telah tiba.

"Saya dihubungi saat sudah packing. Dia (Kurnia) ngasih tahu bisa diusahakan visa tapi harus deposit Rp 30 juta. Akhirnya saya deposit," kata Riri.

Selain penipuan tur wisata ke sejumlah negara Asia, pihak agensi juga menilep dana pemesanan tiket grup musik K-Pop legendaris.

“Gak tentu, jadi ada yang satu orang pesan 33 pax untuk trip kantor. Ada juga yang 6 pax. Kalau saya pribadi cuman saya doang Rp 30 juta,” tandas Riri soal kerugian para korban.

Baca juga: Sosok TikToker Surabaya yang Diduga Bawa Kabur Rp 400Juta dalam Kasus Penipuan Berkedok Supplier MBG

 

Aset Rumah Jadi Agunan

Kedatangan Cak Ji bersama rombongan korban di lokasi itu langsung ditemui secara langsung oleh pihak manajemen guna mencari solusi penyelesaian masalah.

Langkah korban dan Cak Ji mendatangi kantor travel tujuan luar negri itu ditemui Komisaris CV Uniality Tour and Travel, Feber.

Manajemen berdalih akan menempuh jalur pemeriksaan keuangan independen terlebih dahulu untuk menelusuri ke mana saja aliran uang para korban.

"Audit ini untuk mencari tahu terlebih dahulu aliran dana yang selama ini diterima Kurnia. Dana yang terkumpul dialirkan kemana. Dananya masih dilacak," kata Feber.

Pihak travel mengaku angkat tangan dan meminta waktu karena seluruh properti yang tersisa sudah digadaikan ke lembaga keuangan.

“Rumah ini sama yang di Jalan Nginden masih jadi agunan bank bagaimana mau jadi jaminan. Tapi beri kami waktu satu hingga dua bulan," tuturnya.

Baca juga: Buntut Viral Video Armuji, Pengontrak Rumah di Surabaya Ngaku Anak Kena Mental Akibat Perundungan

 

Uang Jemaah Habis Total

Di hadapan Wakil Wali Kota Surabaya dan para korban, pemilik usaha akhirnya mengakui skandal pengelolaan uang yang berujung fatal itu.

Owner CV Uniality Tour and Travel, Kurnia Yulianti hanya berkomentar singkat mengenai perkara itu.

Wanita itu mengakui semua uang miliaran rupiah milik puluhan korban kini sudah tidak bersisa akibat manajemen keuangan yang keliru.

"Semua karena ada kesalahan dalam pengolalaan. Kami terlalu berani sistem gali lubang tutup lubang. Alasan kami untuk usaha. Saat ini tak ada sisa dana," Kurnia mengakui.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.