Mantan bek Liverpool dan Fulham, John Arne Riise, melontarkan kritik tajam terhadap Cristiano Ronaldo, dengan menegaskan bahwa penyerang legendaris itu seharusnya segera pensiun dari sepak bola internasional. Mantan pemain asal Norwegia tersebut meyakini bahwa bintang Al-Nassr itu sudah tidak mampu lagi tampil di level tertinggi dan justru menghambat perkembangan tim nasional Portugal.
Riise mengkritik cara Roberto Martinez menangani Ronaldo setelah kampanye Piala Dunia yang dianggap 'menyedihkan'.
Menurut Riise, mantan pelatih Portugal, Roberto Martinez, gagal mengelola situasi Ronaldo dengan tepat selama masa kepemimpinannya. Tersingkirnya Selecao dari Piala Dunia 2026 telah memicu perdebatan sengit mengenai keterlibatan pemain berusia 41 tahun itu di skuad utama, dengan banyak pihak berpendapat bahwa kehadirannya membatasi fleksibilitas taktis tim.
Berbicara kepada BestBettingSites, Riise menyampaikan kekecewaannya terhadap cara tim menyesuaikan diri dengan sang veteran. “Saya tahu pelatih Portugal sangat menyukai Ronaldo, tetapi menurut saya situasi Ronaldo di Piala Dunia ini sangat menyedihkan,” ujar Riise. “Pada satu titik ia tidak mencetak gol, lalu setelah mencetak beberapa gol ia mengatakan dirinya kembali, dan kemudian menghilang lagi. Saya tidak berpikir Roberto Martínez menangani situasi ini dengan benar. Ia seharusnya bersikap lebih tegas dan menempatkan kepentingan tim di atas pemain individu.”
Tidak cukup baik untuk Euro 2028.
Meski Ronaldo memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional, Riise bersikeras bahwa mantan bintang Real Madrid dan Manchester United itu tidak lagi memiliki kemampuan yang dibutuhkan untuk bermain di level elit. Menatap ke depan menuju Euro 2028, Riise menilai sudah saatnya Ronaldo memberi jalan bagi generasi baru pemain Portugal untuk mengambil alih peran tersebut.
“Saya tidak berpikir Ronaldo akan siap untuk Euro nanti, dan saya juga tidak yakin dia saat ini cukup baik untuk bermain di level tersebut bersama Portugal,” lanjut Riise. “Ia seharusnya mengakhiri karier internasionalnya dan memberikan kesempatan kepada para pemain muda. Sepak bola modern sangat menuntut secara fisik; semua 11 pemain harus berlari dan berjuang untuk tim, kecuali jika Anda Messi. Ronaldo tidak melakukan itu lagi, dan menurut saya kehadirannya kini justru melemahkan tim Portugal daripada memperkuatnya.”
Kesedihan di Piala Dunia 2026.
Seruan agar Ronaldo pensiun semakin kencang setelah kampanye Portugal di Piala Dunia berakhir dengan kekalahan menyakitkan 1-0 dari Spanyol di babak 16 besar. Ronaldo terlihat meninggalkan lapangan sambil menangis, setelah hanya mampu mencetak satu gol di fase gugur. Meskipun demikian, penyerang Al-Nassr itu menegaskan bahwa ia tidak akan membuat keputusan tergesa-gesa mengenai masa depannya segera setelah kekalahan tersebut.
Dalam refleksi usai pertandingan, Ronaldo mengatakan: “Saya sedih meninggalkan Piala Dunia seperti ini. Saya sudah memberikan segalanya. Saya telah melakukan yang terbaik. Ini memang Piala Dunia terakhir saya, ya, tetapi sekarang saya akan punya waktu untuk merenung dan bersama keluarga. Saya tidak akan mengambil keputusan terburu-buru. Saya tidak memutuskan apa pun dalam kondisi emosi. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan apakah saya akan melanjutkan atau tidak.”
Meski Riise menyerukan agar Ronaldo segera pensiun, manajemen baru di Lisbon tampaknya memilih arah berbeda. Jorge Jesus, yang menggantikan Martinez setelah pelatih asal Spanyol itu mengundurkan diri, telah menegaskan niatnya untuk mempertahankan sang kapten dalam skuad untuk ajang Nations League dan siklus Euro 2028 mendatang.
Perdebatan mengenai peran Ronaldo kemungkinan akan terus berlanjut seiring Portugal mempersiapkan diri menuju Piala Dunia 2030 yang akan mereka selenggarakan bersama. Apakah peraih lima trofi Ballon d'Or itu mampu menyesuaikan gaya bermainnya untuk membungkam kritik seperti Riise masih harus ditunggu, namun untuk saat ini tekanan terhadap bintang Al-Nassr itu agar segera menepi dari panggung internasional semakin besar.