Federasi Sepak Bola Kroasia (HNS) secara resmi mengumumkan kembalinya Slaven Bilic sebagai pelatih kepala tim nasional senior. Mantan manajer West Ham United dan West Bromwich Albion itu mengakhiri masa vakumnya selama dua tahun dari dunia kepelatihan untuk menggantikan Zlatko Dalic, yang mundur setelah berakhirnya Piala Dunia 2026.
Awal dari era kedua
Atas usulan presiden Marijan Kustic, Komite Eksekutif Federasi dengan suara bulat menyetujui penunjukan Bilic sebagai pelatih kepala baru. Keputusan ini diambil setelah kepergian Dalic, yang menutup masa kepemimpinannya yang bersejarah di panggung internasional.
Bilic merupakan sosok legendaris dalam sepak bola Kroasia, setelah sebelumnya memimpin tim nasional senior antara tahun 2006 hingga 2012. Kembalinya Bilic terjadi setelah beberapa tahun berkecimpung di level klub. Komisi Teknis HNS memberikan dukungan penuh atas penunjukan ini, meyakini bahwa pemahaman mendalam Bilic terhadap budaya tim nasional menjadikannya penerus ideal bagi Dalic.
Menggantikan ikon nasional
Mengambil alih posisi Dalic bukanlah tugas mudah, mengingat pencapaian sang mantan pelatih yang berhasil membawa Kroasia ke final dan semifinal Piala Dunia. Kustic mengakui tantangan besar dalam proses transisi ini, namun tetap menyatakan keyakinannya terhadap keputusan yang diambil. Pengalaman luas Bilic di Liga Primer Inggris, Super Lig Turki, dan berbagai kompetisi Eropa utama menjadi faktor penting dalam pertimbangan federasi.
“Saya ingin kembali mengucapkan terima kasih kepada Zlatko atas hasil luar biasa yang diraihnya selama masa kepemimpinannya, dan tentu saja, kami menghormati serta memahami keputusannya untuk menutup eranya bersama Kroasia dengan Piala Dunia ini,” ujar Kustic. “Tidak mudah mengikuti jejak Zlatko, tetapi kami yakin Slaven adalah sosok yang tepat untuk peran ini. Ia adalah mantan pemain internasional yang dihormati dan kini memiliki pengalaman luas sebagai pelatih dan manajer. Saya yakin ia akan mendapatkan dukungan penuh dari para pemain, penggemar, dan masyarakat luas untuk membawa Kroasia menuju kesuksesan baru. Saya mengucapkan selamat datang kepada Slaven. Ia akan mendapatkan dukungan penuh dari Federasi dalam pekerjaannya, dan saya mendoakan yang terbaik dalam masa jabatannya yang baru.”
Bilic bicara tentang kembalinya ke tanah air
Bagi Bilic, kesempatan untuk kembali memimpin negaranya untuk kedua kalinya adalah sesuatu yang tidak dapat ia tolak. Meskipun telah lama menjauh dari dunia kepelatihan, mantan pelatih West Brom dan Besiktas itu menegaskan bahwa dirinya siap menghadapi tekanan besar yang datang dengan jabatan pelatih Kroasia.
“Saya ingin berterima kasih kepada Presiden Kustic dan jajaran pimpinan Federasi atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk kembali memimpin tim nasional Kroasia — kehormatan terbesar bagi setiap pelatih Kroasia,” kata Bilic. “Saya sepenuhnya menyadari tingginya ekspektasi setelah periode luar biasa di bawah kepemimpinan Zlatko Dalic, tetapi siapa pun yang memimpin Kroasia harus siap dengan hal itu, karena kami adalah negara sepak bola yang hidup dan bernafas bersama tim nasionalnya.”
Menjaga status elite
Tantangan awal bagi Bilic adalah memastikan Kroasia tetap berada di jajaran elite dunia sepak bola, terutama ketika sejumlah pemain senior mendekati akhir karier mereka. Ia tetap optimistis dengan kualitas pemain yang dimilikinya serta kemampuannya memotivasi skuad dalam siklus kualifikasi mendatang.
“Saya memiliki keyakinan besar terhadap para pemain yang kami miliki, dan menjadi tanggung jawab saya untuk membawa energi, ambisi, dan tekad agar Kroasia tetap berada di antara tim elite dunia,” tambah Bilic. “Saya sangat bersemangat menghadapi tantangan ini; saya merasa lebih matang dan berpengalaman daripada pada tahun 2006, tetapi dengan motivasi dan hasrat yang sama untuk melihat Kroasia tampil kuat, berani, dan sukses.”