Berawal dari Ide Viral TikTok, Helma Sulap Hobi Melukis jadi Usaha Face Painting di Palangka Raya
Sri Mariati July 14, 2026 11:05 AM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Tak hanya menjadi hiburan, konten viral di TikTok justru membuka jalan bagi Helma (31) untuk membangun usaha. Berbekal hobi melukis dan belajar secara otodidak, perempuan asal Palangka Raya itu kini menjalankan jasa face painting mampu melayani puluhan anak setiap pekan di kawasan Car Free Day (CFD). 

Usaha yang diberi nama Simei Art Lukis Wajah itu baru dirintis sekitar dua bulan. Meski masih tergolong baru, Helma kini mampu melayani sekitar 30 hingga 40 anak dalam sekali berjualan selama kurang lebih tiga jam.  

Dengan tarif Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per wajah, usahanya berpotensi menghasilkan omzet ratusan ribu rupiah dalam satu kali membuka lapak, bergantung pada jumlah pelanggan dan tingkat kesulitan gambar yang dipilih. 

"Awalnya karena lagi viral di TikTok. Saya sering nonton, terus kepikiran, 'boleh juga nih dicoba'. Akhirnya belajar pelan-pelan," ujar Helma kepada Tribunkalteng.com, Minggu (12/7/2026). 

Ketertarikan pada dunia menggambar menjadi modal awal bagi Helma untuk mencoba sesuatu yang baru. Tanpa mengikuti kursus maupun pelatihan khusus, ia memilih belajar secara mandiri dengan membeli perlengkapan face painting, mencoba berbagai teknik, lalu terus berlatih hingga percaya diri menawarkan jasanya kepada masyarakat. 

"Otodidak. Anak saya juga suka, jadi saya coba beli alatnya lalu latihan sendiri," katanya. 

Kini, setiap Minggu pagi lapak Helma di kawasan CFD di Palangka Raya, tepatnya di seberang TVRI, selalu dipadati anak-anak yang ingin menghias wajah mereka. Beragam motif menjadi pilihan, mulai dari kupu-kupu, bunga, unicorn, superhero hingga karakter kartun favorit. 

Tak hanya berjualan di CFD, Helma juga mulai menerima panggilan untuk mengisi berbagai kegiatan, seperti pesta ulang tahun, pameran, hingga acara komunitas di Palangka Raya. 

Untuk satu wajah, proses melukis memerlukan waktu sekitar tiga hingga sepuluh menit, tergantung tingkat kerumitan gambar yang dipilih pelanggan. 

"Kalau gambarnya sederhana sekitar tiga menit. Yang lebih rumit bisa sampai sepuluh menit," ujarnya. 

Di balik hasil lukisan yang menarik perhatian anak-anak, Helma mengaku usaha tersebut membutuhkan modal yang tidak sedikit. Sebagian besar cat wajah yang digunakannya merupakan produk impor yang didatangkan melalui jasa titip karena menghasilkan warna yang lebih cerah dibandingkan produk lokal. 

"Kalau yang impor warnanya lebih keluar. Cuma memang nunggunya agak lama karena biasanya lewat jasa titip dari China," tuturnya. 

Menurut Helma, hasil face painting dapat bertahan hingga seharian selama tidak terkena air maupun keringat sehingga cocok digunakan saat mengikuti berbagai kegiatan. 

Baca juga: Spot Nobar Piala Dunia di CFD Palangka Raya Jadi Magnet Anak-anak, Nasa Jagokan Brasil

Baca juga: Berkuda di Car Free Day Palangka Raya Kalimantan Tengah, cuma Rp25 Ribu

Meski tangannya sering terasa pegal setelah melukis puluhan wajah, rasa lelah itu terbayar ketika melihat senyum anak-anak yang puas dengan hasil karyanya. Tak sedikit pelanggan yang kembali datang untuk mencoba motif berbeda. 

"Tangan memang pegal kalau sudah selesai, tapi senang lihat anak-anak senyum. Banyak juga yang datang lagi karena sudah pernah coba," katanya sambil tersenyum. 

Bagi Helma, usaha yang dirintis dari ide sederhana saat melihat konten viral di media sosial itu menjadi bukti bahwa hobi dapat berkembang menjadi peluang usaha jika disertai kemauan untuk terus belajar dan berani mencoba hal baru. Ke depan, ia berharap Simei Art Lukis Wajah semakin dikenal masyarakat dan mendapat kesempatan mengisi lebih banyak pameran maupun berbagai kegiatan di Palangka Raya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.