Bacaan Injil Katolik Rabu 15 Juli 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan July 14, 2026 11:47 AM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil Katolik Rabu 15 Juli 2026.

Bacaan injil katolik lengkap renungan harian katolik disiapkan untuk perayaan wajib Santo Bonaventura.

Perayaan wajib Santo Bonaventura dengan warna liturgi putih.

Bacaan hari Rabu: Yes 10:5-7.13-16; Mzm 94:5-6.7-8.9-10.14-15; Mat 11:25-27 dan BcO Ayb 4:1-21.

Baca juga: Kalender Liturgi Katolik Rabu 15 Juli 2026, Perayaan Wajib St Bonaventura

Bacaan Pertama:

Celakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi tongkat amarah-Ku!

Aku akan menyuruhnya terhadap bangsa yang murtad, dan Aku akan memerintahkannya melawan umat sasaran murka-Ku, untuk melakukan perampasan dan penjarahan, dan untuk menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan.

Tetapi dia sendiri tidak demikian maksudnya dan tidak demikian rancangan hatinya, melainkan niat hatinya ialah hendak memunahkan dan hendak melenyapkan tidak sedikit bangsa-bangsa.

Sebab ia telah berkata: "Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan telah merampok persediaan-persediaan mereka, dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta.

Seperti kepada sarang burung, demikianlah tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa, dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekorpun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap."

Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? Seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu!

Sebab itu Tuhan, TUHAN semesta alam, akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala.

Mazmur Tanggapan

Umat-Mu, ya TUHAN, mereka remukkan, dan milik-Mu sendiri mereka tindas;

janda dan orang asing mereka sembelih, dan anak-anak yatim mereka bunuh;

dan mereka berkata: "TUHAN tidak melihatnya, dan Allah Yakub tidak mengindahkannya."

Perhatikanlah, hai orang-orang bodoh di antara rakyat! Hai orang-orang bebal, bilakah kamu memakai akal budimu?

Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang?

Dia yang menghajar bangsa-bangsa, masakan tidak akan menghukum? Dia yang mengajarkan pengetahuan kepada manusia?

Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya;

sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan akan diikuti oleh semua orang yang tulus hati.

Bacaan Injil Katolik: Mat 11:25-27

P: Inilah injil Yesus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan.

Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.

Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.

Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya."

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik 

Pada peringatan Santo Bonaventura, seorang teolog dan filsuf Fransiskan yang agung kita diingatkan akan keutamaan kerendahan hati sebagai jalan menuju hikmat sejati. Injil Matius 11:25-27 menggemakan semangat hidup Santo Bonaventura, di mana Yesus bersyukur kepada Bapa karena telah menyembunyikan kebenaran dari orang bijak dan pandai, namun mengungkapkannya kepada orang-orang sederhana. Bonaventura sendiri, dengan kecerdasan intelektualnya yang luar biasa, memilih jalan kerendahan hati dan pelayanan, meneladan Santo Fransiskus dari Assisi.

Santo Bonaventura memahami bahwa hikmat yang sejati tidak hanya diperoleh melalui olah pikir semata, tetapi juga melalui hati yang terbuka dan penyerahan diri kepada kehendak Allah. Seperti yang diungkapkan Yesus, pengenalan akan Bapa dan misteri Kerajaan Allah lebih mudah diterima oleh mereka yang tidak mengandalkan kepandaian duniawi. Kerendahan hati membuka pintu bagi rahmat Ilahi untuk menerangi akal budi dan menggerakkan hati menuju kebenaran yang lebih dalam.

Teladan Santo Bonaventura mengajak kita untuk merenungkan kembali cara kita mencari hikmat. Apakah kita lebih mengandalkan kekuatan intelektual kita sendiri, ataukah kita membuka diri dengan rendah hati kepada bimbingan Roh Kudus? Kiranya peringatan Santo Bonaventura ini menginspirasi kita untuk menumbuhkan kerendahan hati sehingga kita pun layak menerima wahyu kebenaran Ilahi dan semakin mengenal Bapa melalui Yesus Kristus.

Ya Allah, sumber segala hikmat, melalui teladan Santo Bonaventura, ajari kami kerendahan hati agar kami layak menerima pengenalan akan Dikau. Amin.

(Sumber iman katolik.or.id/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.