Beasiswa SEMESTA 8 Tawarkan Kuliah S1 dan Kesempatan Kerja di SEVIMA
Titis Jati Permata July 14, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi masih menjadi tantangan di Indonesia. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, lebih dari satu juta sarjana tercatat sebagai pengangguran terbuka. 

Kondisi tersebut mendorong perusahaan teknologi pendidikan (EdTech) SEVIMA kembali membuka Beasiswa SEMESTA 8 – Tech Careers Academy, program yang memadukan kuliah dengan pengalaman kerja di industri teknologi.

Melalui program ini, sebanyak 10 talenta muda Indonesia akan memperoleh beasiswa penuh jenjang S1 di BINUS University sekaligus bekerja di kantor pusat SEVIMA di Surabaya dengan gaji minimal setara UMR Surabaya.

Kolaborasi Perusahaan dan Penerima Beasiswa

CEO SEVIMA, Sugianto Halim, mengatakan SEMESTA kini tidak lagi sekadar menjadi program bantuan pendidikan, tetapi menjadi kolaborasi jangka panjang antara perusahaan dan penerima beasiswa untuk mencetak talenta digital yang siap memasuki dunia kerja.

Baca juga: Binus School Surabaya Perkuat Pembelajaran Digital dan Project Based Learning

"SEMESTA adalah evolusi program beasiswa SEVIMA. Ini bukan lagi sekadar program bantuan sosial pendidikan, melainkan sebuah kolaborasi kuliah sekaligus kerja antara SEVIMA dan para awardee dalam komitmen jangka panjang," katanya kepada SURYA.co.id, Selasa (14/7/2026).

Syarat Calon Siswa Penerima Beasiswa

Program ini terbuka bagi siswa kelas XII SMA/SMK/MA maupun lulusan SMA/sederajat dengan masa kelulusan maksimal dua tahun.

Peserta diharapkan memiliki minat dan kemampuan di bidang teknologi, khususnya pemrograman dan software engineering.

Ia menyebut sejak pertama kali diluncurkan pada 2019, program beasiswa ini mendapat dukungan berbagai pihak. 

Saat peluncuran perdana, SEMESTA diperkenalkan bersama Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, MPR RI, serta sejumlah pemerintah provinsi di Indonesia.

"Proses seleksi diawali dengan pendaftaran secara daring melalui platform MauKuliah, kemudian dilanjutkan dengan ujian berbasis komputer (Computer Based Test/CBT). Peserta yang lolos akan mengikuti kompetisi hackathon di empat kota, yakni Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar pada September 2026," urainya.

Bikin Aplikasi Secara Maraton

Dalam hackathon tersebut, peserta ditantang membuat aplikasi secara maraton selama satu hari penuh.   

Berbeda dengan kompetisi pemrograman pada umumnya, penggunaan AI coding tools justru sangat dianjurkan.

Menurut Halim, di era kecerdasan buatan saat ini, menghasilkan aplikasi yang berjalan dengan baik merupakan standar minimum. 

Penilaian juga akan melihat sejauh mana peserta memahami arsitektur kode, alasan memilih teknologi yang digunakan, hingga kemampuan memanfaatkan AI untuk menghasilkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Persyaratan peserta antara lain merupakan Warga Negara Indonesia, berusia maksimal 21 tahun, tidak sedang menerima beasiswa lain, serta bersedia mengikuti skema kuliah sambil bekerja selama empat tahun dan ikatan dinas selama empat tahun setelah lulus," urainya.

Pendaftaran Gratis

Pendaftaran dilakukan secara gratis melalui laman MauKuliah. 

Tahapan seleksi meliputi pendaftaran dan seleksi administrasi pada Juni–Juli 2026, ujian CBT pada Juli, pelaksanaan hackathon regional pada September, final dan wawancara pada Oktober, hingga pengumuman maksimal 10 penerima Beasiswa SEMESTA 8 pada 28 Oktober 2026.

"Semoga SEMESTA 8 - Tech Careers Academy ini dapat menjadi momentum bagi kami dalam pembangunan pendidikan di Indonesia," tutup Halim.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.