TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Warga RT 26/RW 08, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, sempat dibuat panik setelah mengira terjadi kebakaran di lingkungan mereka pada Selasa (14/7/2026) pagi. Kepanikan itu dipicu oleh kepulan asap hitam yang membubung tinggi dari kawasan permukiman.
Melihat asap pekat tersebut, sejumlah warga berinisiatif menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sikka agar segera datang ke lokasi.
Namun, setelah armada Damkar tiba, petugas bersama warga mendapati bahwa asap tersebut bukan berasal dari kebakaran rumah. Asap ternyata muncul akibat pembakaran ban dan mobil bekas yang dilakukan oleh seorang warga.
Adi, salah seorang warga RT 26/RW 08, mengaku panik sekaligus kesal setelah mengetahui penyebab munculnya asap tersebut.
Baca juga: MPLS Ramah 2026 Dimulai, Kemendikdasmen Larang Lakukan Praktek Kekerasan terhadap Murid Baru
Pemilik usaha showroom motor bekas itu bahkan sempat mengeluarkan sejumlah sepeda motor dari tempat usahanya karena khawatir api merambat.
"Saya juga panik. Saya langsung keluarkan motor-motor dari showroom. Kalau mau bakar ban bekas dan mobil bekas itu ada tempatnya," ujarnya.
Peristiwa itu membuat Adi dan warga lainnya merasa resah. Ia berharap masyarakat tidak lagi membakar sampah atau barang bekas secara sembarangan karena dapat memicu kepanikan warga.
Menurutnya, selain menimbulkan kepanikan, asap pekat dari pembakaran ban dan barang bekas juga berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat.