Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla menilai langkah Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersilaturahim dengan Panglima TNI dan Jaksa Agung menunjukkan komitmen memperkuat soliditas antarlembaga penegak hukum.

Menurut dia, pertemuan tersebut mengirimkan pesan bahwa penegakan hukum harus dibangun di atas kerja sama, bukan ego sektoral.

"Kami mengapresiasi langkah Pak Kapolri. Di tengah banyak dinamika belakangan ini, beliau justru memilih merajut silaturahmi dengan TNI dan Kejaksaan," kata Dzulfikar dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia menilai, di tengah perhatian publik terhadap sejumlah perkara korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum, koordinasi antarlembaga menjadi faktor penting agar pemberantasan korupsi berjalan efektif.

Menurut dia, karena itu kunjungan Kapolri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan mencerminkan sikap seorang negarawan yang mengedepankan kolaborasi antarlembaga.

Dzulfikar mengatakan pemberantasan korupsi tidak mungkin berhasil jika hanya mengandalkan satu institusi.

Menurut dia, Polri, Kejaksaan, dan TNI memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas negara sehingga komunikasi dan koordinasi harus terus diperkuat.

"Korupsi itu musuh bersama. Karena itu, melawannya juga harus bareng-bareng. Jangan sampai ada kesan jalan sendiri-sendiri, sinergi antarlembaga itu sekarang sudah jadi kebutuhan," katanya.

Ia berharap semangat kolaborasi tersebut terus dijaga dan diwujudkan dalam kerja nyata.

Menurut dia, masyarakat lebih membutuhkan hasil penegakan hukum daripada melihat persaingan antarlembaga.

Menurut dia, publik ingin melihat aparat penegak hukum bersatu memberantas korupsi, bukan mempertontonkan perbedaan. Apabila komunikasi dan koordinasi terus dijaga, kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum akan semakin kuat.

Di sisi lain, Pemuda Muhammadiyah menilai silaturahim Kapolri dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menjadi simbol bahwa agenda pemberantasan korupsi harus dijalankan secara kolektif.

"Kami berharap sinergi antarpenegak hukum terus diperkuat agar upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas dapat berjalan lebih efektif," kata Dzulfikar.

Kunjungan Kapolri ke kedua lembaga tersebut dilakukan pada Senin (13/7). Pada siang hari, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo lebih dahulu bersilaturahim ke Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur.

Menurut Listyo Sigit, agenda tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya soliditas TNI dan Polri dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah.

Selanjutnya, Kapolri melanjutkan kunjungan ke Kejaksaan Agung. Dalam pertemuan itu, kedua pihak menegaskan komitmen memperkuat sinergi melalui peningkatan kemitraan dan kolaborasi antarinstitusi.