Dedi Mulyadi Lepas 1.147 Mahasiswa UPI untuk Mengajar di Pelosok Melalui Probidik Gema Jabar
Muhamad Syarif Abdussalam July 14, 2026 01:29 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyalurkan sebanyak 1.147 mahasiswanya untuk terjun langsung ke lapangan dalam program Penguatan Profesional Bidang Pendidikan (Probidik) Gema Jabar.

Para calon pendidik ini dijadwalkan melaksanakan praktik mengajar pada 364 satuan pendidikan, yang mencakup 230 SMA, 116 SMK, serta 18 SLB. Penugasan krusial yang setara dengan bobot 20 SKS ini bakal berlangsung selama enam bulan penuh.

Sepanjang masa pengabdian di berbagai sekolah tersebut, para praktikan akan mendapatkan bimbingan intensif dari dosen pembimbing UPI serta arahan dari guru pamong di masing-masing sekolah tujuan.

Langkah taktis ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berkolaborasi dengan UPI untuk mengatasi persoalan kelangkaan tenaga pendidik di wilayah Jabar. Agenda kolaboratif ini pun mendapat restu dan dukungan penuh dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Program ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu sekaligus menyelami dinamika transfer pengetahuan secara langsung, khususnya bagi anak didik di wilayah perdesaan.

"Ini kesempatan bagi kalian mahasiswa selama 6 bulan untuk menekuni program pembelajaran sekaligus belajar secara langsung. Sebab saat mengajar bukan saja keahlian akademik yang dipraktikan, tetapi juga untuk memupuk soal rasa saat mengajar kepada anak didiknya," ujar gubernur saat berdialog dengan mahasiswa, Senin (13/7/2026).

Selain urusan pedagogis, kepala daerah juga menitipkan pesan mendalam agar para mahasiswa mampu memperluas cakrawala berpikir mereka mengenai kondisi geografis dan sosial kemasyarakatan di Jawa Barat.

"Harus mengenal Jabar bukan kota Bandung saja. Jabar itu luas sehingga tahu bahwa yang perlu dicerdaskan itu juga berada di perdesaan dan perkampungan," tegasnya.

Figur yang akrab disapa KDM ini juga meminta agar para mahasiswa, setelah menyelesaikan studi dan menyandang status guru formal, bersedia kembali mengabdi ke sekolah tempat mereka pernah berpraktik. Ia mengimbau agar mereka tidak terkejut apabila nantinya mendapatkan penempatan tugas di area pelosok.

Respons positif datang dari salah satu peserta, Andika Darmawan. Mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Mesin UPI ini menyambut hangat kesempatan berkontribusi di program ini, terlebih hal itu selaras dengan cita-cita pribadinya.

"Programnya sangat bagus buat kami, sangat membantu. Apalagi kedepan akan banyak guru yang pensiun dan saya siap meneruskan sebagai penggantinya," ujarnya.

Senada dengan Andika, mahasiswi UPI lainnya bernama Regina, menaruh asa agar program ini berjalan tanpa hambatan dan mampu memberikan bekal pengalaman yang matang sebelum dirinya benar-benar berkarier sebagai guru profesional.

"Harapannya kegiatan berjalan baik, lancar. Sebab ini tentu sangat membantu program pendidikan di Jabar," ujar Regina yang mendapatkan lokasi penugasan di SMK 28, Bandung.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa gerakan ini menjadi bukti nyata kerja sama erat antara UPI dan Pemprov Jabar dalam mendorong peran perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dirinya mengapresiasi langkah cepat UPI dalam merealisasikan program Probidik ini.

Purwanto berharap luaran dari kolaborasi ini mampu menciptakan iklim belajar-mengajar yang ideal di sekolah, menjamin hak-hak belajar siswa terpenuhi dengan baik, serta melatih mahasiswa dalam mengimplementasikan teori-teori akademis yang didapat dari bangku kuliah ke dunia nyata.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.