TRIBUNSORONG.COM, TEMINABUAN - Petugas kontrak honorer RSUD Scholoo Keyen, Kabupaten Sorong Selatan menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (14/7/2026).
Masa sempat memalang gerbang rumah sakit sekitar pukul 07.00 WIT hingga pukul 10.00 WIT sebagai bentuk protes karena gaji mereka belum dibayarkan sejak periode April.
Akibatnya aktivitas pelayanan di rumah sakit sempat terganggu.
Baca juga: DPRK Sorong Selatan Soroti BLUD RSUD Scholoo Keyen, dari Fasilitas Medis hingga Gaji Petugas
Setelah Direktur RSUD Scholoo menemui para pendemo dan melakukan dialog, gerbang dibuka kembali.
Pelayanan rumah sakit kemudian kembali berjalan seperti biasa.
"Selama ini kami tidak pernah demo. Memang kadang gaji terlambat, tetapi tetap dibayar. Sekarang sudah tiga bulan belum dibayar," ujar salah seorang pendemo yang enggan sebut nama.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak pegawai terpaksa berutang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Warga Keluhkan Pelayanan RSUD Scholoo Keyen di Media Sosial: Ini Respons Direktur
Bahkan ketika gaji akhirnya dibayarkan, sebagian besar langsung habis untuk membayar utang.
"Kalau dibayar pun biasanya hanya untuk satu atau dua bulan kerja. Gaji itu langsung habis dipotong utang, jadi kami tidak pegang uang lagi," katanya.
Beban ekonomi semakin berat karena sebagian besar tenaga honorer harus mengeluarkan biaya transportasi sendiri untuk bekerja.
Tidak semua pegawai dapat menggunakan kendaraan operasional rumah sakit karena jadwal antar-jemput terbatas.
"Kami naik motor sendiri, beli bensin. Ada juga yang naik ojek, sehari bisa Rp50.000 pulang pergi karena kami pulang setelah pekerjaan selesai, sudah tidak ada lagi kendaraan rumah sakit," jelasnya.
Baca juga: Menuju Jambore Nasional XII Cibubur! Kesiapan Kontingen Pramuka Sorong Selatan Tembus 80 Persen
Menurut keterangan salah satu petugas, Direktur RSUD Scholoo dalam pertemuan dengan massa, menyebut saat ini belum tersedia dana kas untuk membayarkan hak tenaga honorer.
"Dari pihak rumah sakit disampaikan masih menunggu dana Otsus. Kata Ibu Direktur, di keuangan belum ada uang kas. Kalau dana Otsus sudah turun ke rumah sakit, baru gaji akan dibayarkan," katanya.
Baca juga: Dana Desa 2026 Sorong Selatan Cair, Bupati Petronela Gandeng Kejaksaan untuk Perketat Pengawasan
Meski demikian, para honorer memberikan batas waktu hingga Senin mendatang agar pembayaran segera direalisasikan.
"Kami kasih kesempatan sampai hari Senin. Kalau belum ada juga, berarti kami akan palang lagi," ujar mereka. (tribunsorong.com/astri)