TRIBUNWOW.COM - Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Sianipar, menegaskan Timnas Futsal Indonesia tidak akan menghindari pertandingan melawan negara-negara elite dunia sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Dunia.
Michael menilai kekalahan dari tim-tim papan atas merupakan bagian penting dari proses pembentukan skuad Garuda.
Ia mengatakan FFI sengaja menyusun agenda pertandingan melawan lawan yang memiliki level jauh di atas Indonesia.
Menurutnya, hasil akhir bukan menjadi ukuran utama keberhasilan program tersebut.
Baca juga: Profil Rizki Xavier, Banggakan Indonesia! Masuk All Star Squad Team B AFC Futsal Asian Cup 2026
"Rencana kami untuk Timnas Senior menuju Piala Dunia adalah banyak kalah. Kalau kita menang terus, justru ada yang salah dengan strategi kita," ujar Michael, Minggu (12/7/2026).
Michael pun meminta para pendukung Timnas Futsal Indonesia memahami arah pembinaan yang sedang dibangun.
Menurutnya, Indonesia perlu menghadapi negara-negara kuat seperti Brasil dan Prancis agar para pemain terbiasa merasakan atmosfer pertandingan melawan tim-tim terbaik dunia.
"Tentu saya tetap optimistis. Kita harus bersiap dengan baik, bukan sekadar pasrah. Tetapi bukan hasil menang yang kita kejar," katanya.
Michael menjelaskan, pengalaman menghadapi tim penghuni 10 besar dunia akan membentuk mental para pemain sekaligus menjadi bahan evaluasi yang tidak bisa diperoleh jika hanya menghadapi lawan dengan kualitas setara atau berada di bawah Indonesia.
Ia menilai setiap pertandingan akan memperlihatkan aspek-aspek yang masih perlu dibenahi, mulai dari kualitas taktik, kemampuan individu, hingga kesiapan menghadapi tekanan dalam pertandingan level tertinggi.
Michael juga mengungkapkan target yang dipasang FFI bersama pelatih Héctor Souto tidak berhenti pada keberhasilan lolos ke Piala Dunia.
Menurutnya, Timnas Futsal Indonesia harus mampu tampil kompetitif saat berlaga di ajang tersebut.
"Saya sudah menyampaikan kepada Coach Hector bahwa tujuan kita bukan sekadar masuk Piala Dunia. Tujuan kita adalah kompetitif di Piala Dunia," ucapnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Héctor Souto melalui kolom komentar pada unggahan tersebut.
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa membangun tim membutuhkan investasi jangka panjang serta mentalitas juara.
"Mentalitas juara. Time to invest. Menang atau kalah kita tidak tahu, tetapi kita harus bekerja keras melawan tim level dunia," tulis Hector pada unggahan Instagram @kumparanfutsal.id.
Pernyataan Michael dan Héctor menunjukkan FFI kini lebih mengutamakan pembangunan kualitas tim dalam jangka panjang daripada mengejar kemenangan instan di setiap pertandingan uji coba.
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Najwa Aurora Setya Jaya)