Sidoarjo Gaspol Normalisasi Sungai Sebelum Musim Hujan Kerahkan Satgas dan Alat Berat 
Wiwit Purwanto July 14, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mempercepat normalisasi sungai dan pembersihan saluran pembuangan air (afvoer) di berbagai wilayah selama musim kemarau. \

Sejumlah alat berat diterjunkan untuk mengeruk sedimen dan membersihkan sampah agar kapasitas aliran air kembali optimal sebelum musim hujan tiba.

Musim kemarau dimanfaatkan sebagai waktu paling efektif untuk memperbaiki kondisi sungai dan saluran irigasi karena debit air yang lebih rendah memudahkan proses pengerukan.

Selain mengangkat endapan lumpur, petugas juga membersihkan tumpukan sampah serta tanaman liar yang menyempitkan badan sungai. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Sidoarjo mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi di sejumlah kawasan.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan seluruh satuan tugas yang dimiliki pemerintah daerah telah dikerahkan agar proses normalisasi berjalan maksimal.

Baca juga: Pemkab Lamongan Normalisasi Sungai Kaliotik, Sejumlah Bangunan Dibongkar

“Kita kerahkan semua satgas yang ada. Supaya aliran air di sungai-sungai dan berbagai afvour di Sidoarjo kembali normal,” kata Bupati Sidoarjo Subandi.

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo membagi pekerjaan ke dalam dua lini, yakni Satgas Alat Berat dan Satgas Afvoer.

Satgas Alat Berat bertugas mengeruk sedimen pada sungai yang mengalami pendangkalan, sedangkan Satgas Afvoer difokuskan membersihkan saluran irigasi dari tumpukan sampah yang menghambat aliran air.

Kepala Bidang Pengairan Dinas PUBMSDA Sidoarjo Prayitno mengatakan musim kemarau menjadi momentum terbaik untuk melakukan normalisasi sungai secara besar-besaran.

"Normalisasi sungai di musim kemarau seperti ini sangat efektif. Debit air yang menurun memudahkan petugas mengeruk sedimen tanah dan mengangkut sampah," ujar Prayitno, Selasa (14/7/2026).

Baca juga: Koordinasi dengan BBWS Bengawan Solo, Wagub Emil Beberkan Jurus Cegah Banjir Tahun 2026

Salah satu pekerjaan prioritas saat ini adalah normalisasi Saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang, Sidoarjo. Pengerukan sepanjang sekitar empat kilometer tersebut ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan.

Selain mengangkat sedimen dan sampah, petugas juga membersihkan tanaman liar serta memperkuat bibir sungai agar aliran air lebih lancar.

Di waktu yang sama, alat berat juga diterjunkan untuk membersihkan saluran Porong Kanal di Kelurahan Porong, Mangetan Kanal di Desa Dungus, serta anak afvoer Kedunguling di Desa Ganggangkepuhsari, Kecamatan Balongbendo.

Satgas Bergerak Serentak di Berbagai Wilayah

Sementara itu, Satgas Afvoer bekerja secara bersamaan berdasarkan wilayah kerja masing-masing Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Satgas Wilayah Kota dan UPTD Trosobo/Prambon menangani afvoer Kedunguling di Desa Larangan, afvoer Buntung di Desa Balongbendo, afvoer Kepucang di Desa Jimbaran, Kecamatan Wonoayu, serta saluran Kedunguling di Desa Temu, Kecamatan Prambon.

Di wilayah selatan, Satgas UPTD Porong membersihkan afvoer Gedek di Desa Wates, Kecamatan Tanggulangin, afvoer Ngingas di Desa Balongtani, Kecamatan Jabon, dan afvoer Kedungkampil di Desa Kedungsulo, Kecamatan Porong.

Sedangkan Satgas UPTD Sumput menjangkau lima kecamatan sekaligus dengan membersihkan afvoer Bulubendo di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, afvoer Sumber di Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, afvoer Karangbong 2 di Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, afvoer Botokan/Sinir di Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, afvoer Buntung di Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, hingga afvoer Jemundo di Desa Kedungturi, Kecamatan Taman.

Prayitno menegaskan, normalisasi sungai merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkab Sidoarjo untuk mengurangi risiko banjir. Namun, menurutnya, keberhasilan upaya tersebut juga bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

Ia mengimbau warga menghentikan kebiasaan membuang sampah ke sungai agar saluran air tetap berfungsi optimal.

"Pemerintah terus berupaya melakukan pencegahan, namun persoalan banjir ini tidak akan pernah selesai jika kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai masih rendah," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.