POSBELITUNG.CO -- Berdasarkan jalender Jawa, tanggal 14 Juli 2026 merupakan hari Selasa dengan weton Pahing.
Hari ini juga bertepatan dengan Wuku Julungpujud, menandai bergulirnya hari ketiga dalam siklus mingguan tradisional.
Di Indonesia, tanggal 14 Juli menjadi peringatan Hari Pajak Nasional.
Baca juga: Kalender Jawa 13 Juli 2026 Weton Senin Legi, Ada 3 Momen Unik Hari Ini
Kombinasi Weton Pahing dan Wuku Julungpujud dalam kosmologi masyarakat Jawa diyakini memancarkan aura ketangkasan, ambisi yang bergejolak, serta kapasitas seni yang tinggi.
Bagi masyarakat Jawa tradisional, Selasa Pahing yang berjalan di penghujung bulan Suro ini dipandang sebagai waktu yang penuh tantangan sekaligus kesempatan emas untuk mengasah bakat terpendam, memperluas jaringan sosial, serta belajar mengendalikan gejolak emosi batin.
Sinergi antara nilai neptu Selasa Pahing yang berkarakter berapi-api dengan karakteristik Wuku Julungwujud yang melambangkan kemegahan rupa dan pencapaian karier.
Serta memberikan sebuah peta panduan hidup yang utuh bagi kita untuk memahami potensi watak asli, menyiasati pasang surutnya roda peruntungan rezeki, dan merajut keharmonisan asmara agar senantiasa berjalan selaras dengan kehendak alam semesta.
Seseorang yang lahir pada Selasa Pahing menyandang jumlah Neptu 12, yang didapatkan dari penjumlahan Selasa (3) dan Pahing (9), dengan watak utama yang digambarkan sebagai Lakuning Kembang atau bertingkah laku layaknya bunga yang mekar.
Karakter dasarnya adalah sosok yang sangat memikat, pandai bergaul, berwibawa, serta selalu berusaha membawa kebahagiaan dan keindahan bagi orang-orang di sekitarnya.
Sementara itu, Wuku Julungpujud berada di bawah naungan Batara Guritna, dewa yang melambangkan keahlian dalam bidang seni, tutur kata yang puitis, rasa percaya diri yang tinggi, serta pembawaan yang gemar dipuji dan tampil di depan publik.
Perpaduan antara pesona "bunga" Selasa Pahing dan energi kreatif Batara Guritna dari Wuku Julungpujud melahirkan pribadi yang sangat karismatik, cerdas, kreatif, ekspresif, serta memiliki jiwa sosial yang tinggi.
Namun, mereka harus berhati-hati terhadap sisi negatif dari kombinasi ini, yaitu sifat yang cenderung mudah tersulut emosi, suka dipuji secara berlebihan hingga rawan terhasut, serta watak keras kepala dan pencemburu yang kadang muncul jika posisinya tersaingi.
Tanggal 14 Juli diperingati sebagai Hari Pajak Nasional.
Hari Pajak Nasional 14 Juli 2026 menjadi momentum untuk mengingat kembali peran pajak dalam mendukung penerimaan negara dan membiayai berbagai program pembangunan.
Mengacu pada laman resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Hari Pajak Nasional diperingati setiap 14 Juli untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pajak bagi keberlangsungan negara.
Sejarah Hari Pajak Nasional berkaitan dengan perjalanan awal kemerdekaan Indonesia.
Peringatan ini pertama kali diselenggarakan pada 2018 setelah terbit Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-313/PJ/2017 tanggal 22 Desember 2017 tentang Penetapan Hari Pajak.
Pemilihan tanggal 14 Juli bukan tanpa alasan. Tanggal tersebut merujuk pada peristiwa 14 Juli 1945, ketika kata "pajak" pertama kali muncul dalam rancangan kedua Undang-Undang Dasar (UUD).
Dalam Bab VII tentang Hal Keuangan, Pasal 23 ayat 2 tertulis: "Segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan Undang-undang." Catatan sejarah tersebut kemudian menjadi dasar penetapan 14 Juli sebagai Hari Pajak Nasional Indonesia.
Melalui peringatan Hari Pajak Nasional, masyarakat diharapkan semakin memahami fungsi pajak sebagai salah satu sumber penerimaan negara untuk membiayai pembangunan dan berbagai kebutuhan publik.
Momentum ini juga menjadi pengingat akan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan sesuai ketentuan yang berlaku.
(Posbelitung.co/Tribunnews.com/Kompas.com)