Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Provinsi Bengkulu dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 20 Juli 2026.
Jadwal tersebut mundur dari rencana awal dimana MPLS direncanakan tanggal 14 Juli 2026.
Namun, karena sejumlah persiapan baik sarana dan prasarana serta sejumlah kebutuhan pendukung belum sepenuhnya siap.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu, Swifanedi, mengatakan semula MPLS direncanakan berlangsung pada 14 Juli 2026.
Namun, setelah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial, pelaksanaannya MPLS diundur selama satu pekan.
“Untuk Sekolah Rakyat, kami akan melaksanakan MPLS pada 20 Juli 2026. Awalnya direncanakan tanggal 14 Juli, tetapi karena kesiapan sarana dan prasarana belum sepenuhnya siap serta masih ada beberapa dukungan yang harus dipenuhi, kami meminta tambahan waktu satu minggu,” kata Swifanedi saat diwawancarai TribunBengkulu.com di kantor Dinsos Provinsi Bengkulu, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, untuk MPLS nanti diikuti sekitar 270 peserta didik nantinya.
Setelah MPLS selesai, kegiatan belajar mengajar bagi seluruh peserta didik, baik siswa baru maupun siswa yang melanjutkan ke kelas 11, dijadwalkan mulai berlangsung pada 31 Juli 2026.
Baca juga: Kanwil DJPb Bengkulu Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Kaur, Progres Lampaui Target & Segera Beroperasi
“Proses belajar mengajar akan dimulai pada 31 Juli 2026, baik bagi siswa baru maupun siswa yang naik ke kelas 11,” ujarnya.
Meski persiapan terus dimatangkan, Swifanedi mengungkapkan kuota peserta didik jenjang SD hingga kini belum terpenuhi.
Dari target 60 siswa, baru 47 calon siswa yang telah terdaftar sehingga masih dibutuhkan 13 siswa lagi.
Untuk memenuhi kekurangan tersebut, Dinas Sosial telah meminta berkoordinasi dengan petugas Program Keluarga Harapan (PKH) mempercepat pendataan calon peserta didik yang memenuhi persyaratan.
“Saat ini untuk jenjang SD sudah terdaftar 47 siswa, sehingga masih kurang 13 siswa. Kami sudah meminta teman-teman di BKH agar segera mencari dan mendata anak-anak yang memenuhi kriteria agar kuota dapat terpenuhi dalam satu hingga dua hari ke depan,” tutup Swifanedi.