TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Cerita motivasi dibeberkan gadis 18 tahun asal Tangerang Banten.
Dia dipastikan akan menimba ilmu menjadi calon dokter di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun ini.
Tak hanya berkesempatan kuliah di UGM, gadis bernama Tiara ini pun dipastikan memperoleh beasiswa full alias gratis tanpa ditarik biaya sepeser pun hingga lulus.
Tiara Julianti (18) adalah bukti nyata. Keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti bermimpi, melainkan motivasi untuk terus berusaha.
Baca juga: Detik-detik Suzuki Carry Terbakar di SPBU Winong Pati, Diduga Akibat Korsleting
• Siap-siap, Tarif Parkir di Empat Ruas Jalan Solo Bakal Naik, Mobil Jadi Rp4.000
Kini, mimpi Tiara Julianti dapat terwujud dengan diterima di Prodi Kedokteran FKKMK UGM Yogyakarta.
Tiara (panggilan Tiara Julianti) diterima di UGM melalui jalur Penelusuran Bibit Unggul (PBU).
Langkahnya menuju bangku kuliah semakin mantap seiring dengan Tiara memperoleh subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) 100 persen dari UGM alias kuliah gratis.
"Jadi dokter itu memang mimpi sejak kecil. Waktu pandemi, saya semakin yakin ingin bisa berdampak untuk masyarakat," ujar Tiara Julianti seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (14/7/2026).
Di balik capaian tersebut, tersimpan perjalanan panjang dan perjuangan yang dilewati Tiara.
Mimpi untuk menjadi dokter, Tiara perjuangkan dengan sungguh-sungguh.
Sejak SD hingga SMA, Tiara konsisten mempertahankan prestasi akademik demi meraih mimpinya.
"Dari SD selalu juara satu di kelas. Terus SMP bisa meraih juara umum di sekolah yang bisa ngelolosin di SMA Negeri 1."
"Di SMA, saya masih mempertahankan tingkat di kelas," ujar Tiara.
Di luar kelas, Tiara aktif mengikuti berbagai organisasi, kompetisi, dan ekstrakurikuler. Mulai dari Olimpiade Biologi, debat, karya tulis ilmiah, hingga meraih Juara II Kejuaraan Nasional Cheerleading.
Baginya, setiap pengalaman menjadi bekal untuk terus berkembang dan membentuk karakter yang disiplin serta pantang menyerah.
Berkat konsistensinya meraih berbagai prestasi akademik dan nonakademik, lulusan SMA Negeri 1 Tangerang ini berhasil diterima di FKKMK UGM.
Tiara tinggal bersama kedua orangtuanya di Teluknaga, Tangerang, Banten.
Ayah dan Ibu Tiara yakni Siti Rohani dan Sabdi sehari-hari bekerja menjalankan usaha berjualan keripik.
"Kami hanya terus mendukung dan menyemangati. Alhamdulillah, sekarang mimpinya tercapai," ujar Siti.
Naik turunnya usaha berjualan kripik membuat mereka harus cermat mengatur kebutuhan keluarga. Termasuk memikirkan soal biaya pendidikan anak mereka.
Namun, keduanya tak pernah berhenti menanamkan keyakinan bahwa pendidikan adalah bekal terbaik bagi masa depan anak-anaknya.
Dukungan terus diberikan oleh keduanya agar anaknya terus berjuang meraih cita-citanya.
Saat Tiara sempat gagal di salah satu jalur seleksi perguruan tinggi, keduanya tidak pernah meminta putrinya berhenti mencoba.
Sebaliknya, mereka terus menguatkan Tiara untuk kembali bangkit dan tidak menyerah.
Perjuangan itu akhirnya berbuah manis ketika Tiara dinyatakan diterima di Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta.
Momentum tersebut menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Sang ayah, Sabdi tidak menyangka jika putrinya dapat diterima di FKKMK UGM dan memperoleh subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) 100 persen.
“Saya seperti mimpi. Tidak menyangka Tiara bisa diterima di Kedokteran UGM,” tutur Sabdi.
Baca juga: Mora Sandhy Pembohong, Anggota Koperasi BMJ Kendal Kecewa Janji Restrukturisasi Tak Terealisasi
• 14 Daerah di Jateng Dilanda Kekeringan, Diprediksi Bertambah saat Puncak Kemarau Agustus 2026
Tiara memahami bahwa kedua orangtuanya telah bekerja keras untuk membiayai pendidikan anak-anaknya.
Tiara pun bersyukur bisa mendapat subsidi UKT 100 persen.
"Setelah diterima di Kedokteran saja sudah sangat bersyukur. Saat tahu mendapat subsidi UKT 100 persen, rasanya lega sekali."
"Terima kasih UGM sudah memberikan kesempatan ini,” ungkap dia.
Tiara bercita-cita menjadi dokter yang tak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Jika diberikan kesempatan, Tiara ingin menjadi dokter spesialis mata, karena keprihatinannya melihat generasi muda yang sangat dekat dengan gadget dan kerap mengabaikan kesehatan mata.
Dia berharap ilmu yang diperolehnya di UGM kelak dapat menjadi jalan untuk memberi manfaat bagi lebih banyak orang.
Bagi Tiara, perjalanan ini bukan akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal untuk mengabdikan diri.
Dia pun menitipkan pesan kepada anak-anak muda yang tengah mengejar cita-citanya.
"Jangan pernah takut bermimpi. Bermimpi itu gratis, yang penting terus berusaha," pungkasnya. (*)
Sumber Kompas.com