Masuk Permukiman Warga, Satwa Langka Kukang Jawa Dilepas di TNGGP
GH News July 14, 2026 08:09 PM
Sukabumi -

Seekor kukang jawa yang merupakan satwa dilindungi mengejutkan warga Sukabumi setelah turun dari pohon dan masuk ke area permukiman. Satwa langka bernama ilmiah itu berhasil dievakuasi dan dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Kukang tersebut ditemukan di sekitar pohon jeruk dekat permukiman warga di Kampung Cipetir Tengah, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Warga yang menyadari keberadaan satwa dilindungi itu kemudian mengamankannya agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan.

Humas Balai Besar TNGGP Agus Deni mengatakan evakuasi kukang jawa tersebut merupakan inisiatif sukarela warga yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian satwa liar. Setelah dipastikan dalam kondisi aman, kukang tersebut dilepasliarkan kembali ke kawasan hutan TNGGP agar dapat hidup di habitat aslinya.

"Menurut informasi warga, kukang tersebut ditemukan turun dari pohon jeruk di dekat permukiman. Menyadari bahwa kukang merupakan satwa liar yang dilindungi, warga segera mengamankannya," ujar Agus Deni saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).

Setelah berhasil diamankan, warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) setempat yang juga merupakan tokoh Jaga Leuweung.

Laporan tersebut diteruskan secara berjenjang melalui koordinasi dengan anggota Volunteer Panthera dan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Sukabumi, hingga akhirnya ditindaklanjuti oleh petugas Resor PTN Situgunung Balai Besar TNGGP.

Agus menambahkan, setelah satwa tersebut diserahkan kepada petugas, pihak TNGGP langsung melakukan pemeriksaan fisik dan perilaku terhadap primata bermata bulat tersebut.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan observasi singkat, kukang dinyatakan sehat dan masih menunjukkan perilaku liar," dia menjelaskan.

Untuk menghindari stres dan memastikan kesejahteraan satwa tersebut, petugas memilih untuk tidak menahannya terlalu lama. Pada hari yang sama, Kukang Jawa tersebut langsung dibawa ke area hutan TNGGP untuk dilepasliarkan.

"Untuk menghindari stres serta memastikan kesejahteraannya, satwa ini langsung dilepasliarkan kembali pada hari yang sama ke habitat yang sesuai di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango," ujar Agus.

Pihak BBTNGGP pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga Kampung Cipetir Tengah atas kepedulian dan respons cepat mereka. Tindakan melaporkan dan menyerahkan satwa, menurut Agus, adalah contoh nyata dukungan masyarakat terhadap pelestarian alam.

"Konservasi bukan hanya tugas pemerintah atau petugas lapangan. Keberhasilan menjaga satwa liar dan habitatnya membutuhkan peran serta semua pihak. Satwa liar bukan untuk dipelihara, tetapi untuk tetap hidup liar di alamnya," kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.