Rawan Roboh dan Banjir, Siswa SDN Dukuhbadag 01 Brebes Belajar Penuh Cemas
Daniel Ari Purnomo July 14, 2026 08:28 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BREBES - Sejumlah siswa kelas 6 di SD Negeri Dukuhbadag 01, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, mengaku resah saat belajar di dalam kelas.

Pasalnya, kondisi atap ruang kelas yang mereka gunakan nyaris ambruk. 

Tak hanya itu, mereka juga rawan terpapar sesak napas akibat dinding kelas yang mulai runtuh dan berdebu.

Baca juga: Tya Takut Lepas Anaknya Tinggal di Asrama Sekolah Rakyat Semarang

Pantauan di lokasi sekolah, terdapat tiga tiang kayu gelugu yang dipasang untuk menopang atap ruang kelas agar tidak roboh. Plafon kelas berbahan geribik pun tampak usang dan jebol di banyak titik.

Saat hujan turun, air bocor dari genting tidak terelakkan lagi.

Kondisi ini membuat para siswa berharap segera ada perhatian dan perbaikan pada ruang kelas tersebut.

Alesya, salah satu siswi kelas 6, berharap ruang kelas tempatnya belajar dapat segera diperbaiki.

"Kelasnya pengin dibagusin, ruang kelasnya kayak gini enggak nyaman. Kalau hujan juga ada yang bocor," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (14/07/2026).

Senada dengan Alesya, Wali Kelas 6 SD Negeri Dukuhbadag 01, Inayati Husni, mengungkapkan rasa tidak nyamannya selama proses belajar mengajar.

"Mungkin kurang nyaman ya, di samping tembok yang bolong-bolong berdebu, kalau kondisi lagi hujan itu banyak yang bocor," ungkapnya.

Menurut Inayati, ia dan siswa harus menepi ke area yang tidak terkena tetesan air.

Bahkan, bagian depan pintu kelas kerap tergenang banjir saat hujan deras. Proses belajar mengajar juga sering terhambat oleh sisa banjir yang merendam ruang kelas.

"Misalkan malamnya hujan, di sini nyatanya sudah banjir (dalam kelas), pagi-pagi yang harusnya kita sudah pelajaran, harus bersih-bersih dulu ya ngepel, jadi terhambatnya di situ. Dari bangunan juga takut ambruk, karena kondisinya seperti ini," tandasnya.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Brebes, Aditya Perdana, menegaskan bahwa keselamatan siswa adalah prioritas utama.

Ia berjanji akan segera mengambil tindakan.

"Pengalihan proses belajar harus dilakukan ke ruangan yang lebih nyaman. Kita juga akan turun ke lapangan menggali tingkat kerusakan yang terjadi di sekolahan tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya akan mengusulkan perbaikan sesuai Dapodik, baik melalui bantuan revitalisasi pusat maupun dana APBD.

Dinas menjamin akan mengutamakan perbaikan sekolah yang masuk kategori rawan bencana maupun rawan roboh.

"Sekolah tersebut juga sudah mendapatkan revitalisasi tahun lalu, cuma memang akan kami maksimalkan di APBD berikutnya," pungkas Aditya. (Pet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.