Catatan Sepak Bola Dion DB Putra
POS-KUPANG.COM - FIFA World Cup 2026 tidak melahirkan juara baru. Sang kampiun tahun ini adalah negara yang pernah meraih trofi Piala Dunia. Inggris, Argentina, Spanyol atau Prancis.
Argentina mengejar trofi keempat. Prancis menguber gelar ketiga. Spanyol dan Inggris sama-sama berusaha mengoleksi piala kedua dalam sejarah.
Semifinalis Piala Dunia 2026 tergolong ideal karena merupakan empat tim terbaik dunia merujuk pada peringkat FIFA teranyar. Nomor satu Prancis, Argentina kedua disusul Spanyol dan Inggris.
Semifinal menghadirkan duel klasik yakni Prancis melawan Spanyol, dan Argentina versus Inggris.
Baca juga: Opini: Internasionalisme Afektif sebagai Perspektif Baru Memahami Piala Dunia
Prancis adalah finalis Piala Dunia 2018 dan 2022, sedangkan Spanyol merupakan tim juara bertahan Eropa.
Keduanya bersua pada laga semifinal di Arlington, Texas, Amerika Serikat, Selasa atau Rabu (15/7/2026) dini hari mulai pukul 03.00 Wita.
Stastistik Piala Dunia 2026 menunjukkan Prancis adalah tim tergarang. Sementara Spanyol tim dengan pertahanan tersolid.
Les Bleus, julukan Prancis yang selalu menang dalam enam laga, mencatatkan rerata 2,6 gol per laga. Kylian Mbappe dkk juga menciptakan total 47 tembakan ke gawang lawan atau tertinggi dibandingkan tim lainnya.
Prancis memiliki striker tajam seperti Kylian Mbappe yang sudah mengoleksi 8 gol di Piala Dunia 2026, Michael Olise, Desire Doue, dan Ousmane Dembele. Kuartet ujung tombak Prancis akan menjadi momok yang menakutkan di kotak penalti Spanyol.
Tetapi untuk membobol gawang Tim Matador bukan perkara mudah. Sejauh ini di ajang FIFA World Cup 2026, Spanyol baru kebobolan satu gol.
Artinya mereka merupakan tim dengan lini belakang paling tangguh dibandingkan 47 tim lainnya. Hasilnya pun nyata mereka sukses menaklukkan tim hebat Portugal dan Belgia.
Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps kiranya memahami kunci kekuatan lawannya itu. Dalam 24 bulan terakhir, Prancis menderita dua kekalahan melawan Spanyol di ajang kompetisi resmi.
Spanyol mengalahkan Prancis di babak semifinal Piala Eropa 2024 dan babak empat besar Liga Nasional Eropa 2025.
Deschamps tentu tak mau menelan pil pahit ketiga. Beban psikologis Kylian Mbappe dkk kali ini lebih berat dibandingkan Piala Dunia 2018 dan 2022.
Pada tahun 2018 di Rusia, Prancis bukan tim unggulan. Justru dalam posisi itu mereka akhirnya keluar sebagai pemenang. Tahun 2022, mereka tampil luar biasa sebelum kalah adu penalti melawan Argentina di final.
Itulah sebabnya Prancis merupakan tim unggulan nomor satu. Mereka dijagokan menjadi jawara jauh hari sebelum Piala Dunia 2026 bergulir. Deschamps, pahlawan Prancis di Piala Dunia 1998, menyadari kenyataan tersebut.
Baca juga: Mengenal Cape Verde, Negara Kecil yang Menciptakan Dongeng di Piala Dunia 2026
”Sekarang semua orang sudah menjagokan kami sejak pertandingan pertama dan itu terus berlanjut,” ujar Deschamps saat jumpa pers setelah mengalahkan Maroko 2-0 di perempat final.
Rekor pertemuan kedua tim lebih memihak Spanyol. Dari 38 pertemuan, Spanyol 18 kali menang atas Prancis, sedangkan Prancis 13 kali menang dan 7 kali laga berakhir seri.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente optimistis setelah tim asuhannya bisa mengalahkan Prancis pada dua semifinal. Dia ingin rekor itu berlanjut di Piala Dunia 2026.
”Kami sadar mereka memiliki potensi luar biasa, tetapi kami juga tahu bahwa kami satu-satunya tim yang mengalahkan mereka di dua semifinal,” ujarnya.
Sepanjang Piala Dunia ini, Spanyol dominan dalam mengatur tempo permainan dengan penguasaan bola mencapai 60 persen, yang tertinggi dari 48 tim.
Prancis hanya menempati posisi ke-10 dalam soal penguasaan bola ini karena hanya memiliki rata-rata penguasaan bola 53 persen. Saat melawan Maroko Prancis bahkan menguasai bola hanya 49 persen. Namun, Timnas Prancis 2026 memiliki kecepatan transisi untuk serangan balik.
Prancis akan menghadapi masalah besar jika Spanyol sanggup mengontrol permainan melalui penguasaan bola. Pertarungan di lini tengah akan menjadi penentu siapa yang akan lolos ke final.
Les Bleus punya gelandang bertahan terbaik, Aurelien Tchouameni, yang sempat alami masalah hamstring. Dia terakhir tampil saat Prancis menang 3-0 atas Swedia pada babak 32 besar.
Tchouameni akan bekerja sama dengan Manu Kone dan Adrien Rabiot. Jika trio pemain tengah ini menguasai permainan, memberi jalan mudah bagi Kylian Mbappe, Dembele dan Olise mencetak gol.
Spanyol hampir pasti berusaha mengendalikan lini tengah, menguasai bola selama mungkin sambil memperkokoh lini belakang. Mereka akan memaksa penyerang Prancis lelah dan frustrasi karena sulit mencetak gol.
Dalam kondisi lawan lengah, Pelatih Spanyol Luis de la Fuente akan memasukkan supersub andalnnya, Mikel Merino untuk mencetak gol. Mikel telah menjadi pembunuh berdarah dingin dalam dua laga terakhir Spanyol.
Ujian sesungguhnya bagi Mbappe adalan melawan Spanyol. Apakah dia sanggup menembus pertahanan Spanyol yang rapat dan sangat disiplin. ”Mereka hanya kebobolan satu gol dalam enam pertandingan,” ucap Deschamps.
Walau demikian, skuat Spanyol menyadari tim asuhan Deschamps bukan lawan yang mudah. Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal (19) mengatakan, untuk menekuk Prancis butuh kekompakan tim. Yamal berusaha memberikan yang terbaik.
Pemain Barcelona itu tidak terganggu oleh produktivitas golnya yang minim di Piala Dunia 2026. Dia baru mencetak satu gol.
”Saya tidak khawatir hanya mencetak satu gol di Piala Dunia sejauh ini. Kami menang. Saya pernah melihat Piala Dunia di mana Spanyol tersingkir, dan sejauh ini itu belum terjadi. Saya berharap terus bermain agar bisa mencetak gol,” kata Yamal.
Yamal menilai, laga Spanyol vs Prancis akan berjalan imbang karena kedua tim sama-sama memiliki pertahanan dan serangan terbaik.
Duel klasik ini pun merupakan pertaruhan reputasi dan prestasi kedua pelatih. Luis De la Fuente sukses membawa Spanyol juara EURO 2024, juara UEFA Nations League 2022/2023, dan Runner Up UEFA Nations League 2024/2025.
Prestasi Didier Deschamps tak kalah hebat. Dia sukses membawa Prancis juara Piala Dunia 2018, runner up Piala Dunia 2022, tiga kali beruntun mencapai semifinal Piala Dunia (2018, 2022, 2026), juara UEFA Nations League 2020/2021 dan runner up EURO 2016.
Pertandingan antara Prancis vs Spanyol bakal menarik dan menguras emosi para pendukungnya masing-masing. Pemenang laga ini merupakan calon kuat juara Piala Dunia 2026.
Selamat menonton duel tim tergarang vs tersolid di dunia. Salam bola! (*)