Bukan karena Dilarang, Ini Alasan Xiaomi Hampir Tak Menjual Ponsel di AS
Tiara Shelavie July 14, 2026 11:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Bagi banyak warga Amerika, melihat daftar merek ponsel pintar terpopuler di dunia dapat memunculkan kesadaran bahwa mereka tidak memiliki akses ke sebagian teknologi seluler paling menarik di pasar.

Namun, di banyak negara lain, konsumen dapat memilih perangkat dari Oppo, Realme, Honor, Huawei, dan tentu saja Xiaomi.

Meskipun tidak tersedia secara luas di Amerika Serikat, Xiaomi saat ini merupakan vendor ponsel terbesar ketiga di dunia dengan pangsa pasar sedikit di bawah 10 persen.

Mengutip Endgadget, banyak warga AS mengira mereka tidak dapat membeli ponsel unggulan Xiaomi karena perusahaan itu berasal dari China dan dilarang di Amerika.

Namun, anggapan itu tidak benar.

Meski persaingan teknologi antara AS dan China semakin tegang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk adanya pembatasan terhadap sejumlah produk teknologi China, Xiaomi hanya sempat masuk daftar hitam pemerintah AS untuk waktu yang sangat singkat beberapa tahun lalu.

Alasan utama ponsel Xiaomi jarang dijual di Amerika sebenarnya jauh lebih sederhana: model bisnis perusahaan tidak cocok dengan struktur pasar AS, sementara produk-produknya justru semakin berkembang di pasar lain.

Baca juga: HP Xiaomi Kini Bisa Kirim File ke iPhone Lewat Quick Share

Pernah masuk daftar hitam, tetapi hanya sebentar

Pada awal 2021, di akhir masa jabatan pertama Donald Trump, pemerintah AS mengambil langkah keras terhadap sejumlah perusahaan teknologi China.

Huawei menjadi sasaran yang paling terkenal, tetapi Xiaomi juga masuk dalam daftar perusahaan yang diduga memiliki hubungan dengan militer China.

Saat itu, investor Amerika dilarang memperdagangkan saham Xiaomi dan diminta melepas kepemilikannya.

Dua minggu setelah masuk daftar hitam, Xiaomi menggugat keputusan tersebut. Pada 25 Mei 2021, lebih dari empat bulan setelah masuk daftar, pemerintah AS sepakat mencabut larangan terhadap Xiaomi. Meski demikian, hingga kini mayoritas warga Amerika tetap tidak menggunakan ponsel Xiaomi.

Salah satu alasannya adalah ketidakpastian regulasi. Setelah pernah menjadi sasaran pembatasan, Xiaomi menghadapi risiko bahwa investasi besar untuk masuk ke pasar AS bisa terganggu jika pembatasan serupa terjadi lagi. Namun, ada alasan lain yang dianggap lebih penting.

Model bisnis Xiaomi kurang cocok dengan pasar AS

Sebagai pemain besar di pasar smartphone global, Xiaomi sebenarnya memiliki perangkat kelas atas dengan prosesor bertenaga dan sistem kamera yang sangat kompetitif.

Namun, perusahaan membangun kesuksesannya dengan menembus pasar berkembang dan menjual ponsel dengan margin keuntungan yang sangat tipis, bahkan disebut hanya sekitar 5 persen.

Pasar AS yang sudah matang dan sangat bergantung pada operator seluler membuat biaya masuk menjadi jauh lebih mahal.

Untuk bisa bersaing dengan dominasi Apple dan Samsung, Xiaomi perlu menjalin kemitraan erat dengan operator telekomunikasi, sesuatu yang dinilai tidak sebanding dengan keuntungan yang bisa diperoleh.

Meski tidak menjual ponselnya secara resmi secara luas di Amerika Serikat, konsumen di sana masih dapat membeli produk Xiaomi lain seperti pembersih udara, pengisi daya, aksesori meja, hingga obeng listrik nirkabel.

Sementara itu, ponsel dan produk paling inovatif Xiaomi terus dikembangkan untuk pasar lain, termasuk bisnis mobil listrik di China.

Xiaomi telah meluncurkan beberapa kendaraan berteknologi tinggi, termasuk sedan SU7 yang diklaim mampu bersaing dengan Porsche.

Model 2026 mobil tersebut dibanderol mulai dari sekitar US$32.000. Namun, kendaraan Xiaomi belum memiliki sertifikasi untuk digunakan di jalan raya Amerika Serikat.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.