BPBD: Seluruh Wilayah Kalimantan Barat Zona Merah Karhutla!
Faiz Iqbal Maulid July 15, 2026 05:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Satgas Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat, Daniel mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tingkat kemudahan lahan terbakar di Kalbar berada pada kategori sangat tinggi selama sepekan ke depan.

Daniel bilang, peta prakiraan BMKG menunjukkan hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat berada pada zona merah yang menandakan tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sangat tinggi.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah Kabupaten/Kota dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Kalau kita lihat petanya, hampir seluruh wilayah berwarna merah. Artinya, seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat harus meningkatkan kewaspadaan," kata Daniel kepada TribunPontianak.co.id, Selasa 14 Juli 2026.

100 Titik Hotspot Terpantau

Daniel lebih lanjut mengungkap Kalbar saat ini dikepung 100 titik panas (hotspot).

Sebagian di antaranya memiliki tingkat kepercayaan tinggi sebagai indikasi adanya kebakaran.

• 100 Titik Hostpot Kalbar, BPBD Siap 5 Helikopter dan Ajak Semua Pihak Waspada Karhutla

Untuk itu, pihaknya mengaku tidak hanya mengandalkan pemantauan melalui satelit, tapi juga patroli darat perlu untuk dilakukan.

"Hari ini misalnya, ada kejadian yang tidak terdeteksi oleh satelit. Namun titik api tersebut ditemukan melalui hasil patroli yang dilakukan BPBD Provinsi Kalimantan Barat. Karena itu, kami tidak hanya berpedoman pada data satelit, tetapi juga melakukan pemantauan langsung di lapangan," jelasnya.

BPBD Minta Warga Lapor

Ia juga menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya deteksi dini dan penanganan karhutla.

Daniel pun mengajak warga segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.

"Silakan laporkan kepada kami jika menemukan titik api. Jika masyarakat tidak tahu harus melapor ke mana, bisa mengunggah informasi tersebut ke media sosial. Kami memiliki tim yang memantau media sosial untuk menindaklanjuti laporan masyarakat," katanya.

Ia juga mengimbau agar setiap laporan yang disampaikan disertai informasi lokasi atau titik koordinat agar petugas lebih mudah melakukan penanganan.

"Alangkah lebih baik jika laporan itu menyertakan titik lokasi sehingga tim di lapangan dapat segera bergerak dan melakukan pemadaman," pungkasnya.

• Daftar 7 Daerah di Kalbar yang Resmi Menetapkan Status Siaga Karhutla

Penerbangan di Supadio Masih Terkendali

General Manager (GM) Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Supadio Pontianak, Maya Damayanti memastikan aktivitas penerbangan masih aman terkendali.

"Sampai dengan hari ini tidak ada gangguan penerbangan karena asap, dan saat ini operasional penerbangan di Bandara Supadio juga berjalan normal," katanya kepada TribunPontianak.co.id, Selasa 14 Juli 2026.

Di sisi lain, penerbangan komersial biasanya mengandalkan instrumen navigasi canggih (seperti ILS Kategori I), dan jarak pandang minimum yang dibutuhkan adalah sekitar 550 meter hingga 1.500 meter (sekitar 1 mil).

Namun, jika jarak pandang di bawah 550 meter atau yang dikenal dengan Low Visibility Procedures biasanya memerlukan lampu landasan dan panduan autopilot khusus baik lepas landas maupun pendaratan.

Dengan ini pihaknya mengimbau kepada calon penumpang agar tidak perlu khawatir, serta tetap memantau informasi resmi dari maskapai maupun Bandara Supadio apabila terjadi perubahan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi jadwal penerbangan.

"Hingga saat ini seluruh penerbangan masih dapat dilayani dengan normal, dan kami terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi cuaca di sekitar bandara," pungkas Maya.

7 Daerah di Kalbar yang Resmi Status Siaga Karhutla

Tujuh daerah di Provinsi Kalimantan Barat resmi berstatus siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Karena sudah lebih dari tiga kabupaten yang menetapkan status siaga, maka kami juga menetapkan status siaga di tingkat provinsi," kata Daniel kepada TribunPontianak.co.id, Senin 13 Juli 2026.

Daniel mengungkap tujuh daerah itu yakni Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Mempawah, Ketapang, Kayong Utara, Landak, dan Sekadau.

 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.