Link dan Cara Daftar Magang Nasional Kemnaker 2026 di MagangHub, Catat Pendaftaran 15-28 Juli 2026
khairunnisa July 15, 2026 10:07 AM

Simak sederet penjelasan terkait Magang Nasional 2026 yang pendaftarannya resmi dibuka hari ini, Rabu (15/7/2026).

Lulusan perguruan tinggi yang memenuhi persyaratan dapat mendaftar secara online melalui platform Magang Hub Kemnaker (Kementerian Ketenagakerjaan). 

Program Magang Nasional 2026 memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan peluang memasuki dunia industri. 

Pada gelombang pendaftaran Juli 2026, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 50.000 peserta. 

Pendaftaran dibuka selama dua pekan, mulai 15 hingga 28 Juli 2026. 

Lantas, apa link pendaftaran Magang Nasional 2026 dan bagaimana cara daftarnya? 

Link dan cara daftar Magang Nasional 2026 

Pendaftaran Magang Nasional 2026 dilakukan secara online melalui platform MagangHub Kemnaker. 

Calon peserta dapat mengakses laman MagangHub Kemnaker, yakni https://maganghub.kemnaker.go.id. 

Berikut cara daftar Magang Nasional 2026: 

  1. Buka laman MagangHub Kemnaker di https://maganghub.kemnaker.go.id 
  2. Masuk ke akun SIAP KERJA MagangHub 
  3. Klik menu 'Pendaftaran' 
  4. Pilih 'Program Pemagangan Nasional' 
  5. Lengkapi data diri dan dokumen yang diminta 
  6. Pilih maksimal dua posisi magang sesuai minat dan kompetensi 
  7. Tunggu proses seleksi yang dilakukan perusahaan 
  8. Cek hasil seleksi melalui akun MagangHub. 

Jika dinyatakan lolos, peserta akan ditetapkan sebagai peserta program Magang Nasional Kemnaker 2026. 

Selanjutnya, peserta Magang Kemnaker bisa: 

  • Menandatangani perjanjian pemagangan. 
  • Mengikuti program magang selama enam bulan. 
  • Selama mengikuti program, peserta juga diwajibkan mengisi laporan harian melalui sistem monitoring dan evaluasi. 
  • Laporan tersebut nantinya divalidasi oleh mentor di perusahaan tempat peserta menjalani magang. 

Jadwal magang nasional 2026 

Berdasarkan jadwal resmi, pendaftaran peserta Magang Nasional 2026 dibuka mulai 15 hingga 28 Juli 2026. 

Setelah masa pendaftaran berakhir, proses verifikasi dan seleksi peserta akan berlangsung pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2026. 

Berikut jadwal lengkap Magang Nasional Kemenaker 2026: 

  • Hingga 15 Juli 2026: Pendaftaran dan verifikasi perusahaan mitra 
  • 15-28 Juli 2026: Pendaftaran peserta 
  • 29 Juli-5 Agustus 2026: Verifikasi dan seleksi peserta 
  • 7 Agustus 2026: Pengumuman hasil seleksi 
  • 10 Agustus 2026: Program magang dimulai 

Dengan demikian, hari ini menjadi hari pertama pendaftaran peserta Magang Nasional 2026 melalui platform MagangHub. 

Syarat peserta Magang Nasional 2026 

Program Magang Nasional Kemnaker ditujukan bagi lulusan baru jenjang diploma, sarjana, maupun pendidikan profesi. 

Berikut syarat peserta Magang Nasional 2026: 

  1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) 
  2. Lulusan diploma, sarjana, atau profesi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun sejak ijazah diterbitkan 
  3. Khusus lulusan yang memiliki sertifikat profesi, masa kelulusan diperbolehkan hingga maksimal dua tahun sejak ijazah diploma atau sarjana diterbitkan 
  4. Berasal dari perguruan tinggi yang terdaftar di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. 

Kuota Magang Nasional 2026 mencapai 150.000 peserta 

Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150.000 peserta. 

Jumlah tersebut meningkat dari target sebelumnya sebanyak 100.000 peserta. 

Khusus untuk gelombang pendaftaran yang dibuka pada Juli 2026, tersedia kuota sebanyak 50.000 peserta. 

Penambahan kuota diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja sebelum memasuki dunia profesional. 

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, peningkatan jumlah peserta menjadi kabar baik bagi lulusan baru perguruan tinggi. 

"Ini suatu hal, kabar baik buat adik-adik kita yang baru lulus dari perguruan tinggi. Jadi kenaikannya (jumlah peserta) itu dari 100 ribu menjadi 150 ribu (orang), dan dengan jumlah anggaran sekitar Rp4,2 triliun," kata Yassierli dikutip dari Antara, Senin (29/6/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.