SRIPOKU.COM - Kisah perjuangan datang dari seorang bayi laki-laki berusia dua bulan di kawasan Lawang Kidul, Kota Palembang.
Bayi bernama Muhammad Aras Al Faqih tersebut kini harus berjuang melawan penyakit kelainan jantung bawaan lahir di tengah keterbatasan ekonomi kedua orang tuanya.
Kondisi tersebut memicu aksi nyata dari Wali Kota Palembang, Ratu Dewa yang langsung sigap memberikan bantuan.
Baca juga: Ratu Dewa Ajak Gen Z Cintai Olahraga Bulutangkis, Berharap Lahir Pebulutangkis Andal dari Palembang
Melalui pantauan di akun Instagram resminya @ratudewa pada Rabu (15/7/2026), orang nomor satu di Palembang tersebut turun langsung mendatangi rumah kediaman orang tua Aras untuk melihat kondisi secara langsung dan memberikan dukungan.
"Muhammad Aras Al Faqih, anak kecil berusia 2 bulan yang menderita kelainan jantung bawaan lahir sedang berjuang untuk hidup. Tadi kito main ke rumahnyo di daerah Lawang Kidul," ujar Ratu Dewa dalam unggahannya.
Dalam kunjungan tersebut, Ratu Dewa berdialog langsung dengan Ibu Nanda dan Pak Ali, orang tua kandung dari Aras.
Dengan penuh ketegaran, sang ibu menceritakan rutinitas berat yang mereka jalani demi mempertahankan napas sang buah hati setiap harinya.
Ibu Nanda mengungkapkan, bayinya tidak bisa lepas dari tabung oksigen. Jika terlambat, kondisi fisik Aras akan langsung memburuk secara drastis.
"Mengisi tabung oksigen ini sehari bisa sampai 4 kali, Pak. Sekali isi biaya Rp 35 ribu, dikali empat sudah berapa biaya sehari. Soalnya kalau tidak pakai tabung oksigen, wajahnya langsung membiru," jelas Ibu Nanda kepada Ratu Dewa.
Sejak lahir, Aras didiagnosis menderita komplikasi pembengkakan jantung serta serangan Tetralogy of Fallot (TOF).
Karena napasnya yang belum stabil tanpa bantuan oksigen, bayi mungil ini bahkan belum bisa menyusu secara normal kepada ibunya.
Ibu Nanda menceritakan, ia melahirkan Aras di RS Pelabuhan Palembang sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh di RSMH, tim dokter mendeteksi adanya kelainan jantung TOF dan masalah pada bagian tangan bayi.
Namun, saat itu tindakan medis belum bisa dilakukan karena kondisi bayi yang masih rentan mengalami serangan TOF, sehingga proses anestesi (pembiusan) dinilai terlalu berisiko fatal.
Kendala baru muncul saat dokter menyatakan bahwa tindakan operasi kemungkinan besar harus dirujuk ke Jakarta.
"Kata dokter kemarin, kemungkinan tindakan operasi akan dilakukan di Jakarta. Kami langsung terpikir biaya, mau ke Jakarta itu butuh biaya sangat besar, Pak. Kami tidak sanggup," tuturnya dengan tegap.
Secara terbuka, ia menyampaikan harapan besarnya agar proses operasi dapat difasilitasi penuh di Palembang tanpa harus berangkat ke ibu kota mengingat keterbatasan finansial yang dihadapi keluarga.
"Kalau bisa di RS Umum saja Pak di operasinya, kami inginnya operasinya jangan di Jakarta saja Pak. Biayanya kami tidak sanggup," harap sang ibu.
Mendengar penjelasan dan melihat keteguhan warganya, Ratu Dewa menegaskan bahwa Pemerintah Kota Palembang akan menjamin penuh seluruh biaya pengobatan Aras melalui rumah sakit milik daerah.
"Hidup dalam keterbatasan, Ibu Nanda dan Pak Ali terus berjuang cari nafkah demi berobat anaknyo. Kito bantu dan jugo dukung kesehatan ananda melalui pihak RSUD BARI, kalau memang butuh pengobatan tanpa kito pungut biaya (gratis). Semoga ananda Aras diberike kesehatan dan keluargo diberikan kesabaran," tegas Ratu Dewa.
Dukungan teknis juga langsung disampaikan oleh Direktur Utama RSUD BARI Palembang yang ikut mendampingi dalam kunjungan tersebut.
Pihak RSUD BARI berjanji akan menjembatani komunikasi antarrumah sakit agar tindakan operasi besar tersebut bisa diupayakan di Palembang.
"Nanti kami komunikasikan, nanti kalau memang bisa operasi di sini (Palembang). Nanti saya juga bantu kontak ke direkturnya," pungkas Dirut RSUD BARI.***