Harga Ikan Gabus Giling di Palembang Anjlok Jadi Rp 65 Ribu per Kg
Yandi Triansyah July 15, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Harga ikan gabus giling di sejumlah pasar tradisional Kota Palembang mengalami penurunan drastis dari Rp 100.000 menjadi Rp 65.000 per kilogram pada Rabu (15/7/2026). 

Penurunan harga bahan baku pempek ini dipicu oleh melimpahnya pasokan ikan lokal akibat musim kemarau yang membuat debit air Sungai Musi dan kawasan rawa menyusut.

Pantauan di Pasar 10 Ulu Palembang pada Rabu (15/7/2026) pagi menunjukkan aktivitas di lapak pedagang ikan berjalan normal. 

Para pedagang tampak sibuk menyiangi dan menggiling ikan, meskipun volume pembeli terpantau belum mengalami lonjakan yang signifikan.

H. Rojali, salah satu pedagang ikan gabus giling di Pasar 10 Ulu, menjelaskan bahwa penurunan harga ini dipicu oleh melimpahnya pasokan ikan lokal akibat kondisi perairan yang mendangkal.

Dikatakannya sudah hampir empat bulan ini diiringi surutnya sungai Musi dan kawasan rawa.

"Ini pengaruh air sungai yang surut, rawa-rawa juga ikut surut. Karena sekarang lagi dangkal akibat kemarau, ikan gabus jadi lebih mudah ditangkap dan jumlahnya banyak. Ikan gabus ini kan selain di sungai juga banyak di rawa-rawa," ujar Rojali kepada Sripoku.com.

Rojali menambahkan, meskipun ada pasokan ikan gabus yang masuk dari luar daerah seperti Kalimantan dan Pekanbaru, ikan gabus hasil tangkapan lokal dari daerah (dusun) di Sumsel tetap menjadi primadona karena kualitasnya yang dinilai lebih unggul.

"Tapi tetap bagus dari tempat (dusun) kita sendiri, kualitasnya bagus dan semuanya pilihan," imbuhnya.

Saat ini, daya beli masyarakat disebutnya masih stabil dan didominasi oleh pelanggan tetap. Dalam sehari, Rojali rata-rata mampu menjual sekitar satu pikul atau berkisar 100 kilogram ikan gabus giling.

Kabar turunnya harga ikan gabus ini langsung dimanfaatkan oleh warga, terutama ibu rumah tangga yang hendak menggelar acara keluarga.

Titin, seorang ibu rumah tangga yang sengaja datang ke Pasar 10 Ulu, mengaku mendapat informasi mengenai penurunan harga ini dari kerabatnya.

"Kebetulan di rumah mau ada acara pengajian, jadi kami putuskan untuk membuat konsumsi sendiri berupa model dan pempek ikan gabus. Mumpung harganya lagi murah, cuma Rp65.000 per kilo," kata Titin sembari mengharapkan harga terus turun.

Namun cerita berbeda datang dari pelaku usaha kuliner. Meski menyambut baik turunnya harga ikan, mereka masih harus memutar otak karena komoditas lain justru mengalami kenaikan harga.

Novi, seorang pedagang pempek keliling, membenarkan bahwa harga ikan gabus saat ini memang sedang sangat terjangkau. Hanya saja, keuntungan mereka terpangkas oleh harga bahan baku pelengkap lainnya.

"Iya benar, kemarin saya beli ikan gabus memang lagi murah sekali. Tapi sayangnya harga telur kemarin naik lagi, apalagi setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali aktif berjalan," cetus Novi dengan bahasa khas daerahnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.