SURYA.CO,ID NGANJUK - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Kabupaten Nganjuk diisi dengan aksi nyata yang menyentuh hati. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk bersama Polres Nganjuk berkolaborasi membedah rumah milik warga lanjut usia yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Program sosial tersebut menjadi wujud kepedulian lintas sektor terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dukungan mengalir dari Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Baznas Nganjuk, PLN ULP Nganjuk, hingga komunitas Nganjuk Peduli.
Kebersamaan itu menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup untuk menghadirkan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga kurang mampu.
Sasaran program bedah rumah kali ini adalah Sojo (66), warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Selama bertahun-tahun, pria lanjut usia yang hidup seorang diri itu menempati rumah sederhana yang kondisinya memprihatinkan.
Atap rumahnya dipenuhi lubang sehingga air hujan leluasa masuk dan menggenangi ruangan. Sejumlah dinding telah mengelupas, sementara bagian dapur ambruk setelah diterpa angin. Rumah tersebut hanya terdiri atas ruang tamu, sebuah kamar tanpa kasur, dan gudang.
Baca juga: Delapan Narapidana Lapas Tuban Diterjunkan Dalam Bedah Rumah Warga
Ketua PWI Kabupaten Nganjuk, Bagus Jati Kusumo mengatakan, kondisi Mbah Sojo mendorong berbagai pihak untuk bergerak memberikan bantuan.
"Mbah Sojo yang hidup dengan serba keterbatasan. Oleh karena itu kami tergerak untuk membantu mbah Sojo. Kegiatan Bedah Rumah ini merupakan inisiasi yang dilakukan PWI bersama Polres Nganjuk," katanya, Selasa (14/7/2026).
Bagus berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadirkan program sosial yang benar-benar menyentuh masyarakat.
"Kami selalu membuka diri untuk saling bergandengan tangan melaksanakan kegiatan yang menyentuh masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. Ini demi meringankan beban warga masyarakat di Kabupaten Nganjuk," terangnya.
Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadi menilai program bedah rumah menjadi bagian dari komitmen Polri untuk hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang hidup dalam kondisi tidak layak.
Baca juga: HUT Bhayangkara ke-80, Polres Gresik Bedah Rumah Purnawirawan Polri di Driyorejo
Menurutnya, kondisi rumah Mbah Sojo yang sudah rusak parah serta kehidupannya yang sebatang kara menjadi alasan utama pelaksanaan program tersebut.
"Saat ini mbah Sojo tinggal sendiri. Rumahnya sudah tidak layak huni. Makanya dari rekan-rekan PWI juga dari kepolisian membantu untuk memfasilitasi untuk kegiatan bedah rumah ini," urainya.
Saat proses pembongkaran rumah dimulai, personel Polres Nganjuk, anggota PWI Kabupaten Nganjuk, dan warga bergotong royong mengawali renovasi. Di tengah suasana itu, Mbah Sojo tak kuasa menahan haru. Air matanya mengalir saat menyaksikan rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh mulai dibangun kembali menjadi lebih layak.
"Saya bahagia sekali. Terima kasih kepada Pak Kapolres, PWI, Baznas, Pemerintah Kabupaten Nganjuk," tutupnya.